Peminat Jalur Prestasi di Sekolah Favorit ‘Membeludag’ Melebihi Kuota

oleh
Suasana PPDB di SMP 2 Kudus. Peserta Jalur Prestasi Membeludak (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Predikat sekolah favorit ternyata belum bisa lepas dari sejumlah SMPN di Kudus, meski pemerintah sudah menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) demi menyamaratakan kualitas didik dan prestasi siswa sehingga tidak akan ada lagi istilah sekolah favorit.

Namun stigma itu ternyata masih belum bisa hilang dari mindset siswa maupun orangtua saiswa. Tingginya peminat jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini menghiasi sejumlah sekolah favorit. Seperti yang terjadi di SMPN 1 dan SMPN 2 Kudus.

Di sekolah tersebut, jumlah pendaftar jalur prestasi begitu membeludak. Bahkan melebihi dari kuota yang disediakan yakni sebesar lima persen dari jumlah peserta didik yang diterima.

TRENDING :  Hari Ini, 15 Desember , Hari Juang Kartika TNI AD

Suyanto, Ketua PPDB SMP 1 Kudus mengungkapkan pada hari pertama pembukaan PPDB pendaftar jalur prestasi di sekolahnya telah mencapi 63 peserta. Padahal kuota yang disediakan oleh pihaknya untuk jalur preatasi sebesar 12 siswa.

“Dari jalur prestasi kemungkinan kuotanya bisa bertambah. Karena jumlah peserta PPDB untuk jalur perpindahan orang tua sangat sedikit yakni 4 peserta,” katanya.

Menurutnya, pihaknya menyediakan kuota 24 siswa untuk jalur dan prestasi dan perpindahan orang tua. Sehingga sisa kuota dari jalur perpindahan orang tua bisa diisi dari jalur prestasi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rifai, Ketua PPDB SMP 2 Kudus. Dimana jumlah pendaftar jalur prestasi di sekolahnya mencapai 34 peserta. Sedangkan untuk jalur perpindahan orang tua masih kosong.

TRENDING :  Regulasi Melarang, Bando Reklame Masih Marak Di Operasikan

“Kalau hari ini tidak ada yang daftar, berarti kuota yang ada akan diambil dari jalur prestasi semua,” ucap dia.

Dalam pelaksanaan PPDB ini, keduanya mengungkapkan bahwa banyak peserta didik yang kurang jeli dalam memanfaatkan sistem yang ada. Suyanto mengatakan banyak pendaftar di sekolahnya yang berasal dari zonasi SMP 1 Kudus.

“Banyak yang justru memilih jalur prestasi yang peluangnya lima persen dibandingkan dengan jalur zonasi yang peluangnya 90 persen,” ujarnya.

Menurut dia, hal ini terjadi lantaran banyak calon peserta didik yang masih berorientasi pada nilai dan prestasi. Mengingat sistem PPDB yang ada sekarang menitikberatkan pada zonasi bukan nilai.

Seperti yang dialami Fanisya Putri Kirani. Warga Desa Nganguk, Kecamatan Kota yang memilih mendaftar PPDB jalur prestasi di SMP 2 Kudus. Padahal jika dicermati lebih dalam, jarak antara rumah Nisya ke sekolah tujuan hanya berjarak 0,3 kilometer.

TRENDING :  Bawaslu Kudus Copoti Stiker Gambar Caleg di Angkutan Umum

Dimana dia memiliki peluang lebih besar jika masuk di jalur zonasi. Namun pada realisasinya dia justru mendaftar melalui jalur prestasi dengan bekal Juara II tingkat Kabupaten.

“Itu sudah menjadi keputusan dari peserta didik. Kita sebagai penyelenggara hanya berusaha menjalankan mekanisme yang ada dengan sebaik mungkin,” tangkas Rifai.

Rencananya pengumuman hasil PPDB jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua akan dilakukan sore nanti pukul 16.00 WIB secara online dan offline di masing-masing sekolah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :