Pemkab Jepara Komitmen Kembangkan Pariwisata

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Dalam lima tahun kedepan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah berkomitmen menjadikan potensi wisata sebagai sektor andalan. Sektor ini harapannya mampu menggerakkan kegiatan yang tidak hanya semata-mata berorientasi kepada aspek ekonomi, tetapi kegiatan sektor lain yang berkaitan. Sehingga akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi, usai Kunjungan Kerja di Karimunjawa, bersama Komandan Kodim 0719 Jepara LetkolInf Ahmad Basuki, S.I.P., Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. dan beberapa kepala OPD yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Ir. Sholih, MM, Minggu (9/7/2017).

TRENDING :  Pemkab Jepara Resmi Sampaikan Usulan UMK 2018 ke Gubernur

“Dengan cara menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melalui peningkatan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan mancanegara dan nusantara,” ujarnya.

Strategi tersebut dikatakannya, tetap memperhatikan segala aspek pembangunan kepariwisataan. “Yaitu tetap terjaga dan terpeliharanya budaya kearifan lokal serta pelestarian lingkungan,” kata Andi.

Untuk pengembangan wisata di Karimunjawa, Andi mempunyai gagasan untuk dibuat sebuah kebun binatang di sekitar Bukit Jatikerep. Hal tersebut nantinya akan menjadi tujuan wisata alternatif selain wisata bahari di Karimunjawa. Pihaknya berharap, ditempat ini nantinya akan dapat menjadi tempat wisata edukatif dan rekreatif dengan menghadirkan aneka satwa endemik, diantaranya, menjangan, trenggiling, landak, ular edor, dan ikan lele tanpa patil.

TRENDING :  Pemkab Jepara Susun RPJMD 2017-2022

Untuk menjadikan pariwisata sebagai andalan, Pemkab Jepara mengambil kebijakan berani diambil oleh  disektor pariwisata. Mulai 2019 mendatang, Pemkab Jepara berencana menggratiskan retribusi masuk tempah wisata yang dikelola oleh Pemkab. Praktis, kebijakan ini akan memangkas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Menurut Andi, pertimbangan diterapkannya kebijakan ini didasari filosofi bahwa semua yang ada di alam raya ini diciptakan untuk warga masyarakat. “Filosofinya sebenarnya sederhana,  bahwa Tuhan menciptakan alam ini untuk dinikmati makhluknya, termasuk juga ketika warga masyarakat ingin menikmati pantai dan potensi lainnya tidak perlu banyak mengeluarkan biaya,” imbuhnya.

TRENDING :  Pilih Silaturahmi Keluarga, Hari Ini Tempat Wisata Masih Sepi Pengunjung

Dirinya mengakui, dengan digratiskannya retribusi ini, Pemkab akan kehilangan potensi pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata. Berdasarkan perhitungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, pendapatan yang hilang sekitar Rp. 3,6 milyar setahun. Meskipun demikian, Andi meyakini jika kebijakan ini juga akan meningkatkan pendapatan dari sektor pajak. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.