Pemkab Kudus Diminta Buat Perda Pencegahan HIV-AIDS

Pemkab Kudus Diminta Buat Perda Pencegahan HIV-AIDS

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, diminta untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan penyakit HIV-AIDS. Usulan itu disampaikan oleh sejumlah Fraksi DPRD Kabupaten Kudus, dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Senin (09/09), di ruang paripurna.

Rapat dengan agenda Jawaban Bupati Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kudus, atas Ranperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus Tahun Anggaran (TA) 2017 itu, dipimpin oleh Ketua DPRD Kudus, Masan.
Hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kudus, Masan, Sekda Noryasin, mewakili bupati, unsur forkompinda, kepala OPD, pejabat struktural dan 32 dari 45 anggota dewan.
Fraksi yang menyampaikan usulan itu, adalah Fraksi Partai PKS, Hanura Demokrat dan Fraksi Gerindra. Dasar atau alasan mengenai usulan itu, jika penanganan penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Kudus mempunyai payung hukum berupa Perda, derajat kesehatan masyarakat dapat lebih ditingkatkan, untuk mencapai masyarakat Kudus yang lebih sejahtera.

Menanggapi usulan tersebut, Sekda Noryasin menjelaskan, terkait penanggulangan penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Kudus, Pemkab Kudus telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomer 1 Tahun 2013 , tentang penanggulangan penyakit HIV-AIDS di Kudus. “Selain itu, Pemkab Kudus telah menerbitkan Keputusan Bupati Kudus Nomer 443.2.2/01/2013, tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Kudus.”

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, pada 2017 ini, pada semester pertama (Januari- Juli 2017), tim mobile vicity DKK) Kudus menemukan 45 kasus penderita baru yang dinyatakan positif mengidap HIV AIDS dikabupaten Kudus.
Angka tersebut lebih tinggi dari pada tahun 2016 (per Juli) yang mencapai 35 pengidap positif HIV AIDS. Kemungkinan besar tahun ini bisa terus bertambah karena tim mobile visity hingga saat ini masih melakukan pencarian atau pemeriksaan dibeberapa tempat.

Mereka yang dinyatakan positif mengidap salah satu penyakit mematikan di dunia itu didominasi oleh masyarakat dengan rata-rata usia antara 25 -50 tahun. Populasi kunci paling banyak ditemukan adalah, pada komunitas waria, LSL, pelanggannya, ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya, dan gonta ganti pasangan yang beresiko. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Warga Panjang Antusias Ikuti Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS

Share This Post