Pemkab Kudus “Nguri-Uri” Budaya di Setiap Kecamatan, Berikut Jadwal Pentasnya

Pemkab Kudus “Nguri-Uri” Budaya di Setiap Kecamatan, Berikut Jadwal Pentasnya

Kudus, isknews.com – Dalam rangka melestarikan kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kudus mengagendakan pagelaran seni tradisional dengan menggandeng pelaku seni untuk tampil di sembilan kecamatan yang berada di Kota Kretek ini.

Pagelaran ketoprak, wayang kulit, wayang klitik dan ludruk disuguhkan sebagai hiburan bagi masyarakat. “Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk nguri-nguri budaya leluhur dan wujud kepedulian pemkab kudus kepada seluruh lapisan masyarakat,” terang Hasan, seorang pegawai Kominfo kepada isknews.com belum lama ini.

Ditambahkan Hasan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan hiburan yang sarat akan filosofi kehidupan kepada masyarakat melalui ajang aktualisasi para pelaku seni. Selain itu, sebagai wahana dalam penyebarluasan informasi pemerintah daerah melalui media seni tradisional dan sekaligus wujud pro rakyat dari pemerintah Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

Kegiatan yang dijadwalkan mulai 20 November hingga 13 Desember 2017 ini dipentaskan secara bergiliran disetiap kecamatan, dalam judul dan lakon yang berbeda juga.

Seperti yang telah usai digelar beberapa waktu lalu di dua tempat, pertama di Lapangan Jepang Pakis Senin, (20/11/17), menampilkan pagelaran Ketoprak dari Pakisaji budoyo dengan judul Patih Hamangkubumi Nambi Wisuda, dan di lapangan Karangampel Rabu, (22/11/17) menampilkan pagelaran Wayang Kulit Gatotkaca jadi ratu atau Gatotkaca di Wisuda.

TRENDING :  Terkait Populasi Kunci, Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS Perlu Perhatian banyak Pihak

Untuk jadwal selanjutnya, Sabtu, 25 November 2017 di lapangan Piji Dawe, menampilkan Ketoprak (Santi Budoyo) dengan judul Joko Tingkir Ngratu. Senin, 27 November 2017 di lapangan Klaling, menampilkan Ketoprak (Langen Marsudi Budoyo) dengan judul Saloko Tanding Baline nogososro sabuk inten teng Demak Bintoro.

Pada Rabu, 29 November 2017 di lapangan Jepang, menampilkan Wayang Kulit (Tulus) dengan judul Sang pamomong. Lalu Rabu, Sabtu, 2 Desember 2017 di Lapangan Singocandi menampilkan wayang kulit kolaborasi (Heri) dengan judul Wisang geni.

TRENDING :  Beras Rastra Warga Desa Pasucen Dipenuhi Kutu

Pada 6 Desember 2017 bertempat di lapangan Karang Bener menampilkan Ketoprak (Pakisaji Budoyo) dengan judul Hanusopati Jumeneng Ratu. Lalu Sabtu, 9 Desember 2017, di Lapangan Gondosari menampilkan kesenian Ludruk (Budi Santoso) dengan judul Sarep Tambak Oso.

Terakhir, Rabu, 13 Desember 2107 di Karangrowo menampilkan kesenian wayang kulit (Ngesti Laras Madyo) dengan judul Prabu Joyoboyo Ngemong Kawulo. Hasan berharap, Jadwal tersebut pakem dan tidak ada halangan yang menyebabkan perubahan jadwal pementasan. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post