Pemohon Poligami Di Kudus Cukup Banyak, Apa Penyebabnya??

Kudus, isknews.com – Istilah poligami bukanlah perkara asing lagi, dimana seorang laki-laki diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu. Namun, meski begitu sesuai aturan agama yang berlaku ada beberapa syarat agar diizinkan melakukan poligami, salah satunya adalah izin dari istri pertama. Selain itu jumlah istri juga dibatasi yakni maksimal empat orang.

cymera_20160918_150551

Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kudus mengkonfirmasi permohonan izin poligami di Kudus sendiri terbilang cukup banyak. Hingga September 2016 tercatat sudah ada lima permohonan pengajuan izin poligami.

“Tahun ini cukup banyak karena sudah hampir sama dengan pengajuan perkara poligami tahun lalu sebanyak tujuh orang,” kata salah satu hakim di Pengadilan Agama Kabupaten Kudus Syamsuri kepada isknews.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  ​Bulan Agustus, Kudus Alami Deflasi 0,48 Persen

Syamsuri menjelaskan, meski sudah mengajukan izin poligami ke PA Kudus belum tentu dikabulkan. Seperti contohnya pada tahun lalu, dari tujuh permohonan poligami hanya enam yang dikabulkan. Satu permohonan tidak dikabulkan karena dianggap tidak memenuhi syarat. Sementara hingga September 2016 sudah ada lima permohonan izin poligami. Tiga dikabulkan, satu ditolak, dan satu masih dalam proses.

Dirinya menambahkan, mayoritas permohonan izin poligami dilatarbelakangi kebutuhan seks. Merasa tidak terpuaskan kebutuhan seks dari istri pertama, akhirnya mengajukan izin menikah lagi dengan wanita lain.

Baca Juga :  ​Dandim 0722 Kudus Buka TMMD Sengkuyung II Desa Sadang

Menurutnya, hal itu merupakan sebuah pergeseran dari konsep poligami sebenarnya dan sudah terjadi cukup lama. “Kebanyakan yang mengajukan adalah suami yang kehidupan seksualitasnya terganggu karena merasa tidak terpuaskan,” imbuhnya.

Perkara terakhir, lanjutnya, yang ditangani PA Kudus pada bulan September ada di Kecamatan Undaan. Seorang suami yang berprofesi sebagai pedagang mengajukan izin menikah lagi karena istrinya merasa tidak sanggup menuruti kebutuhan seksnya.

“Suami seminggu minta jatah hampir tiap hari, jadinya ya tidak kuat karena sudah capek kerja ditambah minta terus,” ucap Syamsuri menirukan penjelasan istri pemohon.

Karena dasar itulah, katanya, istri pemohon mengizinkan suaminya untuk menikah lagi. Selain itu penyebab lain yang mendasari permohonan poligami di antaranya, istri yang tidak bisa memberikan keturunan. Ada pula yang mengajukan izin poligami dikarenakan sang istri memiliki penyakit, yang memungkinkan dirinya (istri) tidak bisa melakukan hubungan suami istri. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?