Penampungan Gas Karbit Meledak, Bengkel Las Porak Poranda

oleh
Dalimin pemilik bengkel yang hanya mengalami luka ringan usai ledakan yang terjadi di bengkelnya (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Suara dentuman keras terdengar warga dari arah sebuah bengkel las di Desa Jati Kulon RT 02 RW 06 Jati Kudus. Kejadian yang sempat menggegerkan warga itu ternyata berasal dari ledakan dari media tampungan gas karbit yang terbuat dari ban dalam mobil roda 4 dan meledak, Senin (10/12/2018).

Akibat meledaknya penampungan gas karbit tersebut menghancurkan hampir seluruh peralatan bengkel las serta beberapa properti rumah yang ada di belakang bengkel milik Dalimin (66).

TRENDING :  ​Anak Penjual Lentog Tanjung Tewas Dibunuh Tetangga

Akibatnya Dalimin dan anaknya agus (48) serta kedua pelangganyan Jayasri dan Martono dilarikan ke Puskesmas Jati untuk diberikan perawatan medis. Beruntung keempat korban hanya mendapat luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.

Kapolsek jati, AKP bambang Sutaryo  membenarkan bahwa ada bengkel las yang meledak siang tadi. “Benar, tadi memang ada yang meledak, sudah ditangani, dan sudah dibawa pulang dari puskesmas juga,” katanya.

TRENDING :  Satserse Narkoba Polres Kudus Berhasil Ringkus Pembawa Sabu

Sementara itu Dalimin mengatakan bahwa kejadian tersebut disebabkan karena tempat penyimpanan karbit yang berupa ban dalam truk tersebut kelebihan kapasitas dan meledak.

“Tempat menyimpannya kelebihan isi, tadi sudah saya kurangi, belum sempat terpakai lagi malah sudah meledak,” ucap Kapolsek

Dirinya menambahkan ledakan tersebut terjadi saat dirinya menggunakan karbit untuk memanaskan garpu sepeda pelanggannya. “Pas saya panasin garpu, langsung duar, meledak, kuping saya sempat tuli,” tandasnya.

TRENDING :  Nekad Bobol Toko Di Tengah Malam, Pemuda Ini Babak Belur Dihajar Massa

Di sisi lain, tetangga korban yang rumahnya juga berdekatan dengan lokasi ledakan,  Iswati mengaku kaget saat terjadi ledakan. Dirinya langsung bergegas mengecek bayinya yang saat itu sedang  berada di dalam kamar

“Suaranya keras, sampai kelapangan sana mungkin, untung saja bayi saya tidak apa-apa,” tandasnya.

Akibat kejadian tersebut, diperkirakan kerugian mencapai Rp 5.000.000,-  yang meliputi kerusakan alat, properti rumah, dan bengkel. (YM/YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :