Penarikan Retribusi Pedagang Pasar akan Gunakan e-Retribusi

oleh
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Penarikan retribusi kepada pedagang pasar tradisional di Jepara kini tidak lagi menggunakan cara konvensional. Hal ini, lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membuat terobosan dengan layanan e-Retribusi. Dengan layanan elektronik berbasis online ini, pemungutan retribusi cukup dilakukan secara online menggunakan kartu. Peluncuran secara resmi layanan ini bersamaan dengan beberapa layanan elektronik lainnya di pendopo Kabupaten Jepara, Senin (10/4/2017).

Beberapa layanan online lainnya yakni Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online, sim PAD, e-BPHTB, dan e-Pelayanan. Launching aplikasi ini dilakukan bersamaan dengan pelepasan Ahmad Marzuqi dan Subroto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jepara periode 2012-2017. Peluncuran layanan ini diklaim akan mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat.

TRENDING :  30 Ton Beras Disiapkan untuk Nelayan Selama Musim Baratan

Asisten III Setda Jepara M. Fadkhurrozi mengungkapkan, peluncuran beberapa layanan online ini sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien serta untuk memberikan pelayanan publik yang terukur dan cepat. “Program ini untuk memudahkan masyarakat,” katanya.

Untuk e-Retribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Jepara akan bekerjasama dengan Bank Jateng untuk penerapan sistem online ini. Sehingga nanti, petugas pasar tidak harus berkeliling pasar untuk menarik retribusi, melainkan di pasar-pasar akan dibuatkan semacam ATM yang akan digunakan oleh pedagang membayar retribusinya. Untuk percontohan penerapan program ini akan diterapkan di Pasar Pengkol. “Dengan sistem online ini, kita yakin tidak akan ada kebocoran penerimaan retribusi. Penarikan juga akan lebih efektif dan cepat karena dana langsung masuk ke kas daerah,” jelasnya.

TRENDING :  Dinas Perdagangan Kudus Ajukan Anggaran Rp 1 M Untuk Pembangunan Area Parkir di KTC
TRENDING :  Penerapan E-Retribusi Secara Massif Gagal Dilakukan Tahun Ini

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Kalinyamatan Nur Fadlikhah mengatakan, pedagang mendukung saja program itu asalkan demi kebaikan dan kemajuan bersama. Untuk pedagang di kios mungkin lebih senang dengan sistem ini karena lebih simpel, namun untuk pedagang-pedagang yang di los-los sepertinya susah untuk menerapkan program ini. “Kita mendukung saja cara online ini,  karena menyesuaikan zaman. Toh juga ini untuk menekan kebocoran pendapatan,” kata pedagang pakaian ini.(ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*