Penataan Lalulintas Dan Angkutan Jalan Di Kudus Dipastikan Menangi Anugerah WTN dalam Katagori “Sempurna”

Kudus, isknews.com – Prestasi penataan lalulintas dan  angkutan Jalan di Kabupaten Kudus,  kembali ditorehkan pada tahun 2016 ini, setelah sebelumnya  secara berturut turut pada tahun 2014 dan 2015 peroleh anugerah penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kategori lalu lintas pada kota dengan kategori sedang, dan pada tahun 2015 jalanan di Kudus juga memenangi IRSA (Indonesia Road Safety Awards) yaitu apresiasi terhadap kota dan kabupaten yang menerapkan tata kelola keselamatan di jalan terbaik dan mampu mendorong seluruh elemen masyarakat terutama pihak pemerintah daerah untuk menerapkan program keselamatan jalan. Kali ini di tahun 2016, Kabupaten Kudus kembali memenangi  anugerah WTN dalam kategori lengkap atau sempurna, maksudnya kita memenangi dua kriteria sekaligus, yaitu Katagori lalulintas dan katagori angkutan jalan raya. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Didik Sugiharto melalui Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo, Putut Sri Kuncoro yang ditemui di ruang rapat asisten II gedung setda Kabupaten Kudus, Selasa (4/10).

Baca Juga :  7 Titik Lalin Macet Saat Arus Mudik Dan Arus Balik Lebaran Di Kudus

Kepastian kabar, bahwa Kabupaten Kudus memenangi anugerah WTA tersebut diinformasikan melalui surat elektronik dan laman kementerian perhubungan Republik Indonesia di Jakarta, menurut rencana, anugerah ini akan diserahkan sendiri oleh Presiden RI Joko Widodo, pada waktu dan tempat pelaksanaan yang kini sedang disusun oleh protokoler kepresidenan, “mungkin nunggu waktu selanya beliau” ujar Putut.

“Ini membuktikan bahwa penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa penataan transportasi publik di Kudus mendapatkan pengakuan secara nasional, karena dari sisi penilaian, yang dinilai adalah semua aspek yang berkait dengan perhubungan dan transportasi, mulai dari terminal, Parkir hingga ke pengujian kelayakan kendaraan transportasi, termasuk aspek administrasi dan standarisasi peralatan yang teruji, begitu juga dengan aspek kelalulintasan dan angkutan jalan, dinilai bagaimana penataan jalan, rambu-rambu lalulintas penataan perparkiran dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  Parkir Di Menara Makin Semrawut, Angkudes Berebut Tempat Dengan Mobil Pribadi

Pada krirteria angkutan darat, yang dinilai adalah petunjuk rute jalan, nomor lambung kendaraan dan yang tak kalah pentingnya adalah data dan identitas para driver, itu menjadi aspek penilaian penting bagi mereka para tim penilai. “Namun ada hal non teknis tapi akan sangat mempengaruhi penilaian, adalah paparan Bupati Kudus H. Musthofa, yang sangat bagus, runtut dan terstruktur, karena terlihat bupatinya sangat menguasai permasalahan perhubungan di wilayahnya, itu menjadi tambahan nilai plus bagi dunia perhubungan di Kudus ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Ini Dia, 6 Titik Lokasi Rawan Laka Lantas Di Kudus

Penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) ini sendiri merupakan penilaian tentang penataan lalu lintas di kawasan perkotaan. Didalamnya ada faktor partisipasi masyarakat yang sangat menunjang keberhasilan dalam lalu lintas dan transportasi ini.

Sedangkan tujuannya adalah meningkatkan penyelenggaraan transportasi dikawasan perkotaan yang handal, berkelanjutan dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan. Serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam disiplin berlalu-lintas sehingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas. (YM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?