Pendapat Orang Tua dan Sekolah Tentang Sistem Zonasi PPDB

by
Pendapat Orang Tua dan Sekolah Tentang Sistem Zonasi PPDB ISKNEWS.COM
Foto: Sejumlah siswa yang tengah melakukan PPDB Online (istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Balum lama ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Permendikbud N0. 14 tahun 2018 yang menjadi landasan sistem zonasi, menerangkan bahwa sistem PPDB pada tahun ini menyesuaikan sekolah calon peserta didik dengan domisili tempat tinggalnya.

TRENDING :  Hari Guru Nasional, Kuatkan Implementasi Kurikulum 2013 Dengan Revolusi Mental

Tak dipungkiri, perubahan ini menimbulkan pro dan kontra bagi orang tua siswa hingga pihak sekolah. Sebagian orang tua ada yang mendukung program ini, karena dengan adanya program ini perkembangan sekolah bisa lebih merata di setiap daerahnya. Tidak hanya berpusat di sekolah-sekolah unggulan saja.

“Saya rasa sistem PPDB tahun ini, tidak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Anak-anak masih bisa mendaftarkan diri di sekolah impiannya, meskipun beberapa peserta memiliki peluang yang kecil karena masuk kedalam zona tiga atau empat,” ungkap Rahma, warga Desa Mlati Norowito yang media ini temui saat mengantarkan adiknya legalisir KK dan Akte Kelahiran di Dukcapil Kudus, Rabu (04-07-2018).

TRENDING :  "Pramuka Berprestasi, Peduli Bangsa" Jadi Tema HUT Ke-14 Saka Pariwisata Kudus

Di sisi lain, Rahma merasa program PPDB dengan sistem zonasi ini kurang sosialisasi. Kepada isknews.com, ia mengaku jika dirinya baru mendapatkan info tentang PPDB dari sekolah adiknya, pada hari Selasa kemarin.

TRENDING :  Mbah Buchori Raih Penghasilan Rp 100 Ribu Per Hari, Dengan Rentalkan Odong-odong

KOMENTAR SEDULUR ISK :