kadishub

Pendapatan Retribusi Parkir 2016 Terancam Tak Capai Target

Kudus, isknews.com – Pendapatan dari retribusi parkir di Kabupaten Kudus  pada 2016, terancam tidak memenuhi target. Dari target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar Rp 4,7 miliar, sampai dengan akhir September 2016, baru tercapai sebesar 28%, atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kudus, Didik Sugiharto, melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran, Isdiyanto, yang dihubungi isknews.com, Jumat (14/10), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Menurut dia, tidak tercapainya target retribusi parkir yang dikelola oleh Dishubkominfo, karena target pada 2016 ini dinaikkan sebesar 200% dari  target pada 2015. “Target pada 2015 lalu sebesar Rp 1,6 miliar, itupun tidak bisa mencapai target. Pada 2016 ini, target malah dinaikkan 200 persen, menjadi Rp 4,7 miliar lebih, tepatnya Rp 4.722.512.000.”

Baca Juga :  PENGAMANAN LEBARAN, POLRES KUDUS GELAR OPERASI KETUPAT CANDI 2015

Dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus sebesar itu, ungkapnya lanjut, pihaknya berusaha keras dengan mengoptimalkan kinerja juru parkir di lapangan. Para juru parkir yang jumlahnya 240 orang itu, bahkan dikerjakan dengan sistem shift, dari pagi hingga larut malam. “Jumlah titik parkir pun, sejak saya jadi Kepala UPT, ada peningkatan, yakni yang semula 180 titik pada 2014, menjadi sebanyak 240 titik, atau bertambah 60 titik.”

Meskipun demikian, karena kerja parkir sifatnya “adang-adang” (menunggu), tidak bisa disamakan dengan jualan yang bisa “kulakan” barang,  maka pendapatan yang diperoleh pun tergantung dari jumlah kendaraan yang parkir. Sekarang ini, meskipun semua tempat atau areal parkir, sudah dikelola oleh UPT Perparkiran Dishubkominfo, karena tingginya angka target pada 2016 ini, bisa dipastikan tidak akan tercapai 100%. “Pendapatan retribusi parkir sampai dengan akhir September 2016, baru mencapai 28% atau Rp 1.359.083.00. Masih ada kekurangan sebesar Rp 3.383.473.820, untuk bisa menutup target sebesar Rp 4.722.512.000,” ujar Isdiyanto.

Baca Juga :  Risol unik isi coklat

Kepala UPT Perparkiran Dishubkominfo itu menambahkan, dari empat kelompok parkir, yakni parkir umum (jalan umum dan pasar), parkir khusus (pusat perbelanjaan dan obyek wisata) dan tempat kegiatan usaha  dan sewa lahan parkir Hypermart, pemasukan retribusi parkir tertinggi diperoleh dari parkir khusus, yang sampai pada akhir Semtember 2016 mencapai sebesar Rp 768.674.000, disusul dari parkir umum, sebesar Rp 463.857.000. “Untuk sewa lahan parkir Hypermart, pada 2016 ini ditargetkan sebesar Rp 147.600.000,  atau sebesar Rp 12.300.000 per bulan.” (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?