Penderita Hydrosefalus Dapat Kunjungan Dari Rina Tamzil

oleh
Ngasmin sang ayah yang menggendongnya didampingi sang istri nampak rait wajah sedih melihat kondisi putra mereka. Rina pun turut merasakan kesedihan tersebut, ia pun memberi semangat kepada kedua orang tua Ulil. ( Foto : Istimewa )

KUDUS – ISKNEWS. COM . Tergugah Hatinya, Selasa Pagi (15-01-2019) Hj. Rina Budi Aryanti atau yang akrab disapa Rina Tamzil istri Bupati Kudus bersama Mawar Hartopo istri Wakil Bupati Kudus membesuk 2 anak penderita Hidrosefalus dalam satu desa yang beralamatkan desa Honggosoco kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Hydrosefalus merupakan Penyakit yang diakibatkan oleh kelainan pada sistem saraf dan infeksi. Penyakit ini umumnya mengakibatkan terjadinya radang pada otak janin. Penyakit ini dapat menjangkit anak baik saat di dalam kandungan ataupun ketika telah lahir.

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat kondisi pasien, tetapi sebagai wujud kepedulian terhadap warganya. Pertama, Rina mengunjungi rumah orang tua dari M. Ulil Albab. Balita berumur 4 tahun penderita Hydrosefalus yang lemah tak berdaya. Ngasmin sang ayah yang menggendongnya didampingi sang istri nampak rait wajah sedih melihat kondisi putra mereka. Rina pun turut merasakan kesedihan tersebut, ia pun memberi semangat kepada kedua orang tua Ulil. “Insya Allah ujian ini adalah ladang ibadah bapak ibu, tetap optimis dengan kesembuhan putranya” ucapnya.

TRENDING :  Liga Futsal Asal Kudus Siap Tanding

Menurut Ngasimin, penyakit yang diderita Ulil Albab kemungkinan akibat terjatuhnya sang ibu saat usia kandungan sekitar 8 bulan. Posisi jatuhnya tengkurap. Sehingga, pasca kejadian tersebut dimungkinkan terjadi infeksi yang menjadi pemicu kelainan di dalam kandungan. Sebanyak 9 kali operasi telah dilakukan. Namun, hingga saat ini, kondisi Ulil tak kunjung membaik. Respon ketika diajak bicara dan melihat pun menjadi kurang. Ngasimin pun pasrah menghadapi ujian ini. “Saya hanya bisa berdoa dan saya ucapkan terima kasih ibu Tamzil sudah perhatian dengan kami,” ungkapnya.

TRENDING :  Tahun Baru, Wujudkan Inovasi Baru untuk Kudus

Di sisi lain , penderita hydrosefalus lainnya yang didatangi Rina, M. Zacky Firzatullah, tampak responsif meski tak selancar anak seusianya. Diusia yang ke-9 tahun, Zacky cukup aktif ketika diajak berbicara. Bahkan, dia sempat meminta kepada Rina untuk dibelikan sebuah mobil-mobilan. Rina pun mengiyakan keinginan Zacky. ” Nanti ya dikirim mainanya,yang penting Zacky harus sehat, Zacky pintar, diajak bicara selalu merespon.” Ujar Rina

Menurut nenek Zacky, kelainan pada kepala cucunya mulai nampak saat berusia 4 bulan. Upaya keluarga untuk melalukan pengobatan baru dapat berjalan ketika Zacky berusia 3 tahun. Selain itu, Zacky juga sudah tidak memiliki seorang ibu dikarenakan meninggal saat melahirkan dua adik putri kembarnya, 5 tahun silam. Sementara ayah Zacky berada di Jepara untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehingga Zacky diasuh oleh neneknya.

TRENDING :  Satu Desa di Jepara Kesulitan Air Bersih

Ditemui usai menyerahkan santunan, Rina mengaku akan segera memberitahukan apa yang disaksikan kepada Bupati Kudus. Pihaknya meminta Dinas Sosial P3AP2KB Kudus dan Dinas Kesehatan Kudus untuk bisa membantu keluarga penderita hidrosefalus. “Kepada Dinsos saya minta untuk dibantu utamanya tentang bantuan sosial, kemudian, untuk Dinkes saya harap dibantu untuk pelayanan terhadap akses kesehatan di Kudus, kalau perlu dibantu sampai RS Kariadi Semarang” pungkasnya.(Mr/Kominfo)

Foto : Istimewa
KOMENTAR SEDULUR ISK :