Peneliti Asal Eropa Tulis Peradaban Prawoto

oleh
Para sejarawan dan peneliti tertarik denganperadaban peninggalan yang ada di Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo. (Ivan Nugraha)

Pati, ISKNEWS.COM – Keberadaan Prawoto, yang sekarang menjadi desa di Kecamatan Sukolilo Pati, ternyata pernah ditulis secara detail oleh HJ. De Graff seorang peneliti asal Eropa. Peneliti tersebut bahkan menulis secara detail tentang Prawoto.

Hal tersebut dikatakan oleh peneliti yang juga dosen Unwahas, Ali Romdhoni saat melakukan napak tilas sejarah di Desa Prawoto, Jum at (3-08-2018). Warga Desa Prawoto itu mengaku kaget lantaran De Graff dengan dengan rinci menulis peradaban Prawoto jaman dahulu.

“Awalnya saya mulai melakukan penelusuran sejak 2001 sampai sekarang. Saya kaget, dalam membaca tulisan De Graf tentang runtuhnya majapahit dan berdirinya Mataram Islam, dijelaskan secara detil tentang Prawoto. Tentu sebagai orang Prawoto saya menjadi tertarik,” ujarnya.

TRENDING :  Tinggi, Minat Pemuda Pati Kerja Di Jepang

Hal itulah yang kemudian membuatnya melakukan penelusuran. Apalagi keterangan De Graf masih sangat relevan dengan kondisi Prawoto seperti sekarang ini. Seperti adanya bekas keraton, warga yang mewarisi cerita tutur, maupun disebutkan dalam berbagai babad seperti babad Tanah Jawi, maupun disebutkan Ki Sinung, muncul di serat Negara Kertagama.

“Bahkan saat belajar di Tiongkok saya menemukan jejak batu mirip dengan benda yang ada di Prawoto. Jejak batu itu saya temukan di masjid Niu Jie, masjid tertua yang ada di Beijing Tiongkok,” ujar lelaki yang juga menjabat sebagai wakil Rois PCI NU Tiongkok ini. .

TRENDING :  Ratusan Warga Desa Pelemgede Ikuti Jalan Santai

Dia pun mengaku tertarik untuk lebih mempelajari peradaban di Tiongkok. Selain lewat penelitian, langkah napak tilas itu diharapkan dapat turut menguatkan apa yang dipelajarinya sampai sekarang ini.

“Minimal dengan napak tilas ini generasi muda juga tahu betapa Prawoto itu memiliki sejarah yang luar biasa. Kami berharap mereka akan berupaya mencarinya. Karena bagaimanapun ini juga mampu menjadi tahu siapa jati dirinya,”imbuhnya.

TRENDING :  Kewenangan Normalisasi Sungai Juwana Ada di Pemerintah Pusat

Sementara itu Kades Prawoto Ahmad Hyro Fachrus mengaku sangat mengapresiasi langkah penelitian artefak yang ada di desanya. Ia berharap langkah itu bisa membuka sejarah dan pemahaman akan sejarah desa Prawoto.

“Kami berharap nantinya bisa mengikuti apa yang diwarisi. Kami juga berharap nantinya bisa membuka destinasi wisata sejarah,” ujarnya.

Oleh karenanya diapun berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan potensi di Prawoto. Terlebih desanya tersebut memiliki kekayaan sejarah yang begitu luar biasa.

“harapan saya, kegiatan napak tilas ini bisa menunjukkan bahwa di Prawoto pernah ada peradaban besar,” pungkasnya. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :