Peneliti Temukan Belasan Macan Di Hutan Muria

oleh

Kudus, isknews.com – Ternyata di Kawasan hutan gunung Muria masih di ketemukan belasan “macan muria”, macan berjenis macan tutul ini adalah hewan yang menjadi simbol kebanggaan warga Kudus.

ilustrasi gambar macan tutul (Istimewa)

Riset dan pengamatan di lakukan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) yang akan digunakan sebagai dasar penyelamatan hutan Gunung Muria selama kurang lebih 8 bulan ini, salah satu hasilnya adalah pihaknya berhasil mendapatkan gambar macan tutul.

Ada sebanyak 13 ekor dalam radius 55 kilometer melalui Kamera pengintai yang dipasang untuk memantau aktifitas hayati di kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Transformation and Sustainibility, YKAN, Ratih Loekito dalam paparannya saat  membahas pelestarian hutan Muria di Command Centre, Selasa (08/03/2019).

TRENDING :  Satu Desa di Jepara Kesulitan Air Bersih

”Kami sedang mengadakan riset di hutan Gunung Muria, dan saat ini sudah berlangsung sekitar 30 persen. Penelitian digelar untuk mendapatkan informasi yang komprehensif soal berbagai hal di kawasan tersebut termasuk keanekaragaman hayati di Gunung Muria,” katanya.

Sampai saat ini kalau bicara di sana kondisinya masih relatif bagus. Tapi tidak bisa menutup mata dengan kondisi sekarang yang terjadi banyaknya perambahan hutan. Bukan tidak mungkin makin lama kondisinya akan makin jelek.

“ Selain macan tutul sejumlah hewan lain yang tertangkap kamera pengintai kami  yakni rusa, babi hutan, dan ayam hutan,” terangnya.

TRENDING :  DLH Mengaku Belum Teliti Air Sungai Karangrandu Yang Menghitam

Dalam kajian yang dilakukan, sedianya pihaknya juga menemukan spesies yang ditengarai baru sebagai penghuni hutan Muria.

Namun, pihaknya masih belum berkenan untuk mempublikasi lantaran saat ini pihaknya masih koordinasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Diakuinya keanekaragaman hayati di kawasan gunung Muria masih terjaga, namun, selama kurun waktu 1990-2014 tutupan hutan mengalami perubahan dan diyakini sebagian di antaranya berdampak terhadap kerusakan hutan.

“Dari hasil penelitian besar yang dilakukannya, secara umum kondisi hutan masih bagus, melalui data yang tersaji, diharapkan dapat dilakukan kegiatan yang tepat untuk menyeimbangkan produksi dan konservasi,: ujarnya.

Paparan yang membahas tentang konservasi hutan Muria itu juga di hadiri Bupati Kudus i HM Tamzil, Sekda Sam’ani Intakoris, Vice President Director PT Djarum FX Supanji, dan perwakilan Perhutani Muria-Patiayam, Akademisi dan pengamat lingkungan serta sejumlah pihak yang terkait dengan hutan Muria.

TRENDING :  Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

.Vice President Director PT Djarum FX Supanji usai pemaparan kepada sejumlah awak media menjelaskan, pihaknya menggandeng YKAN untuk menggelar riset hutan Muria dengan tujuannya, supaya digelar upaya sinergis dan komprehensif untuk pelestarian hutan Muria. ”Bila kita baik kepada alam, alam akan berlaku baik pula kepada kita,” terangnya.

Sementara itu, Bupati HM Tamzil mengapresiasi peran stake holder dalam penyelamatan hutan Muria.

Dia mengumpulkan sejumlah pihak terkait untuk menentukan kapan, di mana, siapa, dan apa yang dilakukan untuk kelestarian Muria. ”Muria sangat penting untuk Kudus dan sekitarnya,” paparnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :