_20160729_083834

Penerima Kartu Indonesia Pintar Masih Perlu Di Sensus Ulang

Kudus, isknews.com – Tahun 2016 ini Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Kudus sudah disalurkan dalam tiga tahap, yang berarti kemungkinan masih menunggu di tahap selanjutnya untuk bisa diberikan lagi.

Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo setelah didistribusikannya kepada 770 pelajar tingkat sekolah dasar. Sementara untuk tingkat SMP dan SMA masih menunggu dari Kemendikbud, apalagi saat ini Kemendikbud sudah diganti kemarin.

KIP diberikan sebagai penanda dan digunakan untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sehat (KKS) untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar bila terdaftar di Sekolah, Madrasah, Pondok Pesantren, Kelompok Belajar (Kejar Paket A/B/C) atau Lembaga Pelatihan maupun Kursus.

Baca Juga :  Kehangatan Bersama Keluarga Tercinta

“Setelah anaknya dapat kartu di serahkan ke sekolah lalu didata lewat Dapodik. semua sekolah memiliki Dapodik, di kartu tersebut ada nomor, lalu dari dapodik disaring oleh pemerintah. Dan dapat atau tidaknya nanati tergantung apakah namanya tercantum dalam Surat Keputusan (SK) penerima KIP.” Paparnya

Sementara itu, Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Djamin, menyayangkan KIP hingga kini masih menggunakan sensus di tahun 2011. ”Sekarang ada yang sudah memiliki anak setelah lulus sekolah SMA, namun namanya masih tercantum, padahal sudah tidak sekolah, nah di sini masalahnya,” katanya.

Baca Juga :  Menikmati Piknik, Wisatawan Tewas Tenggelam

Maka dari hal itu, menurut Djamin, harapannya dari Pusat atau kemendikbud agar data para penerima KIP diperbarui dengan sensus yang terbaru. “Perlu mengadakan perbaruan data penerima, karena nasib barangkali sudah berubah semenjak sensus dari 2011, dan pastinya ada keluarga baru yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Djamin, Dana KIP bisa digunakan untuk keperluan siswa siswi selama sekolah, seperti dipakai untuk membeli buku-buku, sepatu, tas, dan lain-lainnya. Besaran dana KIP yang diterima untuk siswa SD sebesar Rp 450 ribu per siswa. Siswa SMP sebesar Rp 750 ribu, dan siswa SMA/SMK dan sederajat sebesar Rp 1 juta untuk setiap siswa.

Baca Juga :  Sudah Halalkah Diri Kita?

Pencairannya, dilakukan setiap semester. Untuk SD sebesar Rp 225 ribu, SMP sebesar Rp375 ribu dan SMA sebesar Rp 500 ribu. Para siswa akan langsung mendapatkan uang tunai, yang diambil di bank. Peruntukkannya untuk memenuhi kebutuhan siswa menunjang sekolah.(SM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?