Penerimaan Dhandangan Naik Dibanding Tahun Lalu

oleh
Lapak Dhandhangan. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dhandhangan tradisi menjelang Ramadhan telah usai seiring memasuki bulan puasa. Ratusan pedagang turut meramaikan event tahunan tersebut. Hal itu turut mempengaruhi pendapatan penerimaan dari retribusi pemakaian kekayaan daerah (PKD) petak dan lesehan serta retribusi sampah.

Kepala Dinas Perdagangan Sudhiharti melalui Kabid PKL,Sofyan Dhuhri mengatakan, Tahun ini pendapatan Dhandhangan sebesar Rp 70.009.000. Pendapatan tersebut memang tidak sesuai target yakni sebesar Rp 89 juta.
“Meski pendapatan tahun ini tidak memenuhi target, namun lebih meningkat dibanding pendapatan tahun lalu,” ujar Sofyan.

Ia membeberkan, Jika dibanding tahun lalu, realisasi pendapatan Dhandhangan sebesar Rp 66.365.200 dari target yang ditetapkan waktu itu sebesar Rp 84 juta.

TRENDING :  Dokar, Angkutan Tradisional Yang Masih Diminati Peziarah

Diakuinya, Untuk jumlah pedagang, kata dia, lebih banyak tahun lalu, dikarenakan ada tempat berjualan yang tahun lalu ada pedagang, maka tahun ini ditiadakan. Yakni di Jalan Kyai Telingsing 1 sisi, Jalan Pangeran Puger 1 sisi dan Jalan Wakhid Hasyim yang hanya 1 sisi.

TRENDING :  Puluhan Perguruan Ternama Turut Andil di Expo Perguruan Tinggi 2018

Kenaikan pendapatan tahun ini dibandingkan tahun lalu, kata Sofyan, karena untuk pedagang UMKM dari alun – alun ke perempatan Pekojan tidak ada dan dialihkan ke pedagang umum serta ditarik retribusi.

Tahun lalu lokasi ini digratiskan karena adanya UMKM. Begitu pula untuk lokasi yang berada di Jalan dr. Ramelan, tahun lalu juga digratiskan.

TRENDING :  BEDAH RUMAH BERSAMA KORAMIL DAWE

Pendapatan dandangan tahun ini, dari PKD sebesar Rp. 65.426.000 dan pendapatan sampah sebesar Rp. 4.583.000.

Bedanya tahun ini, untuk pedagang di Jalan dr. Ramelan dari 15 tenda yang disiapkan hanya 8 tenda yang terpakai, sehingga juga mempengaruhi jumlah pendapatan. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :