Penerimaan Pajak Daerah Semester I di Kudus Belum Penuhi Target

oleh
Penerimaan Pajak Daerah Semester I di Kudus Belum Penuhi Target
Foto: Ilustrasi. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartomo mengatakan, peneriman pajak daerah di Kudus belum memenuhi target. Hingga semester satu realisasi pajak baru Rp 59,77 miliar dari target Rp 96,93 miliar.

Meski begitu Eko optimistis mampu memenuhi target tersebut hingga akhir tahun. Ia menyebut target semester satu hanya meleset 1 persen saja. Dengan perolehan yang ada artinya penerimaan pajak daerah sudah mencapai 62 persen.

TRENDING :  Panen Melimpah, Petani Kopi Dulang Rezeki

“Sebenarnya target kita pada semester satu 63 persen tapi hingga Juli 2018 terealisasi 62 persen,” paparnya. Dijelaskan, target penerimaan pajak tahun ini pada APBD Perubahan 2018 dinaikkan menjadi Rp 96,93 miliar. Sebelumnya pada 2017 targer penerimaan pajak Rp 82,17 miliar.

Eko mengaku sangat optimistis target tahun ini terpenuhi dengan mengandalkan penerimaan pajak dari 11 pos yang ada. Di antaranya pajak hotel, restoran, reklame, penerangan jalan, air tanah, hiburan, PBB P2, BPHTB, parkir, sarang burung walet, serta pajak mineral bukan logam dan batuan.

TRENDING :  Direktur PD Apotik Kudus, Perusahaan Ini Sudah On The Right Track

Lebih lanjut dijelaskan, penerimaan pajak hotel ditarger Rp 2,2 miliar, restoran Rp 5,7 miliar, reklame Rp 2,55 miliar, penerangan jalan Rp 45,5 miliar, air dan tanah Rp 1,45 miliar, hiburan Rp 300 juta, PBB Rp 19,75 miliar, BPHTB Rp 18,92 miliar, parkir Rp 325 juta, sarang burung walet Rp 30 juta, serta pajak mineral bukan logam dan batuan Rp 200 juta.

TRENDING :  Jelang Hari Bhayangkara Esok, Hari Ini Jajaran Polres Kudus Ziarah Makam Pahlawan

“Kita akan berusaha untuk mencapai target tersebut seperti tahun lalu yang mampu memenuhi target,” tukas Eko. Bahkan pihaknya juga berencana memasang alat trapping box untuk memantau transaksi. Harapannya dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :