Penerimaan Pajak Kendaraan Di Kudus Capai 102,87 Persen

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Penerimaan pajak kendaraan di Kudus pada 2017 melebihi target yang telah ditetapkan, mencapai 102,87 persen. Target yang telah ditetapkan yakni Rp 118,16 miliar, sementara penerimaan yang didapat mencapai Rp 121,5 miliar.

Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kudus Wibowo menjelaskan, pemilik kendaraan bermotor di Kudus menyetor pajak Rp 121,5 miliar. Salah satu yang mempengaruhi di antaranya berbagai terobosan yang telah ditetapkan.

Di antaranya program pembebasan denda dan biaya balik nama dari gubernur Jateng. Selain itu program Samsat Keliling yang bergerak setiap hari bergilir masing-masing kecamatan juga sangat mempengaruhi.

TRENDING :  Jam Kerja Pegawai Pemkab Kudus Selama Ramadan Berubah

Dari Samsat Keliling, lanjutnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan. Hal itu dikarenakan lokasi yang dekat dari tempat tinggal dan kecepatan dalam proses pelayanan juga mempengaruhi.

Ditambah dengan adanya program baru yakni Samsat Siaga yang bersedia melakukan jemput bola dengan sistem kolektif, semakin memudahkan wajib pajak dalam mengurusi perpanjangan.

TRENDING :  Pemkab Kudus Serahkan Hibah Untuk Pengamanan Pilkada Kepada Kodim 0722/Kudus

”Biasanya masyarakat kan beralasan malas mengurus perpanjangan karena ogah meninggalkan pekerjaan. Dengan Samsat Siaga kita jemput bola minimal lima wajib pajak ke tempat kerja sehingga tidak mengganggu pekerjaan,” ujarnya.

Di samping itu, katanya, dengan adanya berbagai program terobosan ini semakin menekan calo. Terbukti masyarakat yang datang sendiri tanpa melalui calo melakukan perpanjangan semakin meningkat.

Tak hanya Samsat Keliling dan Samsat Siaga, program baru yang diminati adalah menggunakan aplikasi android Sakpole, yang memungkinkan memperpanjang pajak kendaraan melalui aplikasi. Duduk di rumah sudah bisa perpanjangan.

TRENDING :  Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara Luncurkan Program KSWP

”Kalau sudah dilakukan pembayaran melalui transfer bank hanya diperlukan pengesahan dan pencetakan di Samsat tedekat. Sangat mudah sekali,” tambahnya.

Terkait target penerimaan pajak 2018, saat ini pihaknya belum menetapkan jumlah targetnya. Hanya saja diperkirakan akan mengalami peningkatan mencapai kisaran Rp 130 miliar. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :