Pengacara senior ini ternyata dulunya seorang perempuan.

Pati, isknews.com (LINTAS PATI) Soelidarmi SH. Warga Desa Plumbon Bantul, Seorang mantan wakil ketua pengadilan negeri juga Advokat senior akhirnya menemukan jati dirinya sebagai seorang laki-laki, hal ini berdasarkan putusan pengadilan Bantul yang mengabulkan permohonan pengajuan atas nama Soelidarmi atas perubahan jenis kelamin dari yang selama ini berkelamin wanita menjadi pria.

Dalam putusan Pengadilan Bantul menetapkan permohonan Soelidarmi untuk merubah jenis kelamin, memberi ijin kepada pemohon untuk mengubah jenis kelamin pemohon yang semula perempuan menjadi laki-laki, ditetapkan selasa tgl 31 mei 2016 oleh hakim Zaenal Arifin, S.H, MSi sebagai hakim pada pengadilan negeri bantul.
Mungkin hal ini bisa dikatakan aneh, pada umumnya perpindahan jenis kelamin atau transgender biasanya dari laki menjadi perempuan, namun hal yang tidak umum ini dialami Soelidarmi S.H, Seorang Advokat juga sang penemu alat penjernih air tanpa mesin.

BACA JUGA :  ​Pengundian Door Prize Gebyar Hadiah Samsat Kudus Ditunda

Saat Soelidarmi singgah di Pati, Soelidarmi menjelaskan kepada wartawan Lintas Pati yang intinya” saya merasa nyaman akan status saya ini, berdasarkan pemeriksaan team medis  aslinya gen saya adalah laki-laki, dan status saya secara hukum sudah sah, hal ini dibutikan dengan putusan pengadilan bantul perkara perdata No.51/Pdt.P/2016 tanggal 31 mei 2016. yang mengabulkan permohonan saya. Hal ini saya lakukan setelah saya mendapatkan pencerahan dari lembaga penampung orang lanjut usia Bunga selasih, kemudian saya tekatkan untuk mencari jati diri saya melalui tes medis dan hasil dari pemeriksaan medis tersebut gen saya ternyata laki-laki.”ujarnya.

Lanjut ia menambahkan, “pemeriksaan terhadap gen saya ini tidak hanya dari satu Dokter tapi juga dari berbagai disiplin ilmu termasuk juga pakar psikologi, selanjutnya untuk pengakuan atas pindahya status saya, saya mengajukan permohonan pindah status ke pengadilan negeri bantul, alhamdulillah permohonan saya di kabulkan, ini semua saya lakukan semata hanya untuk menentukan status sehingga disaat senja atau umur tua seperti sekarang ini saya bisa menjalankan ibadah dengan baik, tanpa harus dihantui pemikiran antara saya ini laki-laki atau perempuan, dan saya sekarang sudah yakin dan tenang bisa melaksanakan kegiatan ibadah yang sebagaimana laki-laki lain menjalankan ibadah” jelasnya.

BACA JUGA :  ​Persiku Kudus Sementara Unggul 1-0 Atas Persikaba

Sebelum menjadi pria sejati, dulunya Soelidarmi dikenal sebagai wanita miski memiliki kelamin ganda saat itu dia lebih enjoy menjadi wanita, namun setelah menyadari bahwa dia harus mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan di dunia maka Soelidarmi berusaha untuk mencari jati diri dan apa yang selama ini dicari ternyata berbuah manis, miskipun melalui proses panjang. (wr).

Share This Post