Pengalaman Lucu dan Menyebalkan Saat Pendataan PIS PK

oleh
Pengalaman Lucu dan Menyebalkan Saat Pendataan PIS PK
Foto: Puspitasari yang tengah melakukan pendataan di rumah warga pada Kamis (23-08-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) di Kabupaten Kudus saat ini tengah gencar-gencarnya dilakukan. Pasalnya, pada akhir tahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus targetkan pencapaian program PIS PK sebesar 80%. Sedangkan sampai saat ini, pencapaian program PIS PK baru mencapai kisaran 25%.

Setiap harinya, petugas puskesmas turun ke rumah-rumah warga untuk melakukan proses pendataan. Tak sekedar pendataan para petugas puskesmas juga melakukan pengecekan kesehatan pasien secara langsung.

Mustianik, Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan Kudus menjelaskan keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, sehingga keluarga memiliki peran yang signifikan dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Tinggi rendahnya kesehatan keluarga sangat menentukan tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.

“Pendekatan kesehatan melalui keluarga ini akan lebih efektif dalam mengatasi berbagai persoalan kesehatan di masyarakat seperti gizi buruk, sanitasi buruk, penyebaran penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, pemanfaatkan fasilitas kesehatan dan cakupan program kesehatan,” katannya.

Diterangkannya secara lebih rinci, pendataan yang dilakukan oleh petugas PIS PK ke rumah-rumah warga meliputi keluarga mengikuti progam KB, ibu hamil melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan, bayi usia 0-11 bulan diberikan imunisasi lengkap, pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, pemantauan pertumbuhan balita, penderita TB paru yang berobat sesuai standar, penderita hipertensi yang berobat teratur, tidak ada anggota keluarga yang merokok, sekeluarga sudah menjadi anggota JKN, mempunyai dan menggunakan sarana air bersih, menggunakan jamban keluarga dan penderita gangguan jiwa berat berobat dengan benar.

TRENDING :  Bocah 8 Tahun Positif Idap HIV/ AIDS Butuh Uluran Tangan Kita

“Untuk mengetahui semua kriteria tersebut, petugas PIS PK harus melakukan pengecekan secara langsung pada orang yang bersangkutan dan tidak bisa diwakikan. Dari 12 indikator tersebut akan didapat indeks keluarga sehat. Hasil inilah yang nantinya akan menjadi literatur perbaikan progam kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan di masyarakat,” kata Mustianik.

Akan tetapi dalam perjalanannya, para petugas PIS PK mengalami sejumlah kendala dalam pendataan ke rumah-rumah warga. Puspitasari, Koordinator Progam PIS PK Puskesmas Gribig, mengungkapkan sejumlah cerita lucu sekaligus menyebalkan didapatkannya saat pendataan di rumah warga.

“Hal paling menyebalkan yaitu kerap ditolak warga karena dikira sales alat kesehatan. Saat ini banyak produk-produk kesehatan yang menyasar langsung ke rumah warga. Karena keseringan melihat sales kesehatan yang berkeliling di kampung, sehingga kadang ada warga menganggap petugas puskesmas sebagai sales kesehatan,” ungkapnya sambil tertawa.

Diceritakannya, “Pernah suatu ketika saat melakukan pedataan di daerah Gribig, ada warga yang menolak kedatangan kami. Saat saya mengetuk pintu beberapa kali dan waktu itu yang membukakan anaknya yang masih kecil. Lalu anak itu mengatakan jika orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Padahal saat itu, saya melihat sendiri, di ruang tengah rumah ada ibunya yang tengah menonton televisi,”

TRENDING :  KPU : Meski Hanya Di Tandatangani Dua Saksi Paslon, Hasil Rekapitulasi Tetap Sah

Dilanjutkannya, beberapa hari berikutnya, dia dan timnya kembali mendatangi rumah itu dan berhasil bertemu dengan pemilik rumah. Setelah memperkenalkan diri dan menunjukkan ID Card, akhirnya pemilik rumah tersebut bisa mengerti dan mau didata.

“Disela melakukan pendataan, ibu itu meminta maaf dan mengungkapkan jika dirinya mengira kami sebagai sales alat kesehatan yang kerap berkeliling di kampungnya. Karena tidak berminat, maka saat kami mengetuk pintu rumah, ibu itu menyuruh anaknya untuk mengatakan bahwa orang tuanya sedang tidak ada di rumah,” ceritany sambil tersenyum.

Untuk mengatasi hal tersebut, kini Puspita telah memiliki jurus ampuh yakni menggandeng staff pemerintahan desa setempat dan menggunakan ID Card saat lakukan pendataan ke rumah warga. Selain pengalaman itu, Puspita mengungkapkan bahwa dia pernah sekali melakukan pendataan pada pengidap gangguan jiwa. Diterangkannya, pengobatan rutin pada penderita gangguan jiwa menjadi salah satu indikator dalam pendataan PIS PK.

“Saai itu, kami tidak menyadari jika yang sedang berbicara panjang lebar dengan kami adalah penderita gangguan jiwa. Karena dari cara berbicaranya tidak mencerminkan penderita gangguan jiwa. Justru dia yang menceritakan hal itu. Kami sempat kaget, tetapi dia menenagkan kami dengan menunjukkan bukti pengobatan rutin yang dilakukannya,” terangnya.

TRENDING :  Sanggar Seni Puring Sari Gelar Lomba Tari Kretek, Tahun ini Peserta Meningkat

Menurutnya, kendala pendataan PIS PK yang sering dialaminya adalah susahnya bertemu dengan satu keluarga lengkap. Saat melakukan pendataan, ia seringnya menjumpai hanya ibu dan anaknya saja. Sedangkan ayahnya tengah bekerja. Jika hal itu terjadi, ia harus bolak-balik mendatangi rumah yang sama hingga bertemu dengan orangnya.

“Pendataan PIS PK harus dilakukan dengan orang yang bersangkutan tidak bisa diwakilkan. Jadinya, kalau saat pendataan orangnya tidak ada, kami harus datang kembali ke rumah tersebut untuk bertemu dengan orang yang bersangkutan dan melakukan pendataan,” kata Puspita.

Meskipun kerap menemui pengalaman kurang menyenangkan, namun para petugas kesehatan itu tidak patah arang menjalankan tugasnya melakukan pendataan. Bahkan hingga malam hari, mereka tetap berkeliling melakukan pendataan

Secara keseluruhan, Koordinator Program PIS PK Puskesmas Gribig itu menyatakan pengalaman itu sebagai pelengkap dirinya dalam menjalankan tugas. Ia juga menuturkan banyak warga yang menyambut kedatangan petugas puskesmas dengan baik, bahkan tak jarang hingga memberikan makanan dan minuman kepadanya.

“Buat masyarakat, jangan takut didatangi petugas puskesmas. Karena kami hanya ingin melakukan pendataan kesehatan. Sambutlah kami dengan senang hati dan sampaikan saja keluhan kesehatan yang kalian rasakan, agar kami bisa memberikan solusi. Ayo hidup sehat,” pesannya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :