Pengawas Partisipatif Miliki Peran Penting Dalam Pilkada

by

Kudus, isknews.com – Budaya money politik dalam pemilihan kepada dearah (pilkada) di Indonesia. Money politik dalam pelaksanaan pesta demokrasi itu, adalah salah satu pelanggaran yang tidak bisa ditolelir dan sanksi pidananya cukup berat. Agar pelanggaran itu tidak terjadi atau setidaknya dicegah, diperlukan pengawasan yang selain oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), juga oleh pengawas partisipatif yang memiliki peranan penting, dalam pengawasan pilkada.

TRENDING :  Paslon Bupati Nomer Urut 3, Hartini – Bowo, Giat Bentuk Korsdes dan Korte

Hal itu disampaikan oleh Juhanah, prakstisi pilkada yang mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah, dalam acara “Focus Group Discussion” Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pemilu Partisipatif, Sabtu (16/12/17), di Hotel Griptha.

Kegiatan yang digelar oleh Panwaslu Kabupaten Kudus itu, menghadirkan tiga nara sumber, selain Juhanah, adalah Kepala Bagian Hukum Pemkab Kudus, Suhastuti dan Ketua Panwaslu Kabupaten Kudus, Moh Wachibul Minan. Peserta yang diundang penyuluh agama perwakilan dari sembilan kecamatan se Kabupaten Kudus, sebanyak 60 orang.

Menurut Juhanan, jika pengawas partisipatif mengetahui atau menemukan terjadinya pelanggaran pilkada, bisa melaporkan ke Panwaslu. Karena tindakan itu merupakan wujud bentuk konkrit keterlibatan masyarakat, antara lain, memantau pelaksanaan pemilu guna memastikan pemilu berlangsung sesuai dengan peraturan perundang-undangan, melakukan kajian terhadap persoalan-persoalan kepemiluan. “Dan yang tidak kalah penting, ikut serta mencegah terjadinya pelanggaran pemilu sesuai dengan peran sosialnya masing-masing.”

TRENDING :  Memasuki Hari Ke Dua Masa Tenang Panwascam Pati Bersihkan APK
KOMENTAR SEDULUR ISK :