Pengawasan Jajanan Sekolah Diperketat

oleh
Foto: Salah seorang siswa menempelkan striker sehat di kantin sekolahnya. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pengawasan jajanan yang diperjualbelikan para pedagang kaki lima (PKL) di sekolah diperketat. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan seperti keracunan atau ancaman lain yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Salah satunya dilakukan Puskesmas Jati yang telah memeriksa sampel jajanan dari 27 sekolah di wilayahnya. Pengambilan sampel yang telah dilakukan pada Jumat (06-04-2018) lalu, hasilnya telah keluar dan seluruhnya dinyatakan negatif mengandung bahan berbahaya.

TRENDING :  Pintu Air Tanggulangin II Penyebab Genangan Air Di Jati Wetan

Meski begitu pengawasan akan tetap akan dilakukan secara berkala. “Kami tetap akan melakukan pengawasan serta akan memberikan pembinaan hygiene dan sanitasi jajanan anak sekolah dari segi penyajian maupun pengolahannya,” kata Kepala Puskesmas Jati Amad Mochammad, Selasa (08-05-2018).

TRENDING :  Satgas PKL Lakukan Penyisiran, Beberapa Diantaranya Dikenai SP

Karena hasil uji laboratorium negatif, pihaknya melakukan penempelan stiker sehat pada sejumlah gerobak PKL dan kantin sekolah. Diharapkan dengan diketahuinya kandungan jajanan yang dikonsumsi anak-anak dapat meningkatkan mutu kesehatan.

Dijelaskan Amad, pihaknya sebelumnya mengambil sampel jajanan yang memiliki warna mencolok, belum memiliki PIRT atau bertekstur kenyal. “Kita mengantisipasi adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti Methanyl Yellow, Formalin, Boraks dan Rhodamin B,” imbuhnya.

TRENDING :  Fenomena Wabah Lalat, Muspika Margorejo Tinjau Lokasi Penyebab

Sebab, lanjutnya, apabila jajanan mengandung bahan berbahaya efeknya akan berbahaya bagi masa depan anak, karena dapat mengancam pertumbuhan otak dan menyebabkan kanker. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :