Pengembangan Pelabuhan Jepara Tak Maksimal

by
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Keberadaan Pelabuhan Jepara yang ada di Kelurahan Ujungbatu Kecamatan Kota hingga kini belum maksimal penggunaannya. Pelabuhan yang awalnya diproyeksikan sebagai pelabuhan besar kini hanya digunakan bersandar kapal- kapal milik nelayan. Pelabuhan yang dibangun sejak 2006 hingga 2014 itu kini juga tidak ada tanda-tanda untuk pengembangan lanjutan. Padahal pelabuhan yang pembangunannya menghabiskan anggaran sekitar RP.80 milyar itu diproyeksikan bisa menjadi pelabuhan besar.
 
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Jepara Suripto mengungkapkan, kekuatan landasan dermaga Jepara sekitar seribu ton sedangkan kapasitas kapal yang bisa bersandar yakni 300 Grosston (GT). Permasalahan yang ada yakni tidak adanya break water (pemecah gelombang) yang bisa melindungi dermaga dari hantaman ombak secara langsung sehingga membahayakan kapal yang bersandar.
 
“Seharusnya dermaga ini juga dilengkapi dengan break water agar bisa melindungi kapal yang bersandar dari hantaman ombak. Namun di Jepara ini tidak ada, sehingga yang bersandar hanya kapal- kapal kecil milik nelayan. Jika ada break water tentu kapal akan lebih aman,” ujar Suripto, Selasa (3/10/2017).
 
Suripto menyebut pihaknya sudah pernah mengajukan bantuan untuk pembuatan pemecah gelombang namun belum disetujui oleh pusat. Pemerintah pusat sempat meminta agar Pemkab Jepara membuat kajian untuk pengembangan pelabuhan secara menyeluruh termasuk soal pemecah gelombang. “Dengan tidak adanya pemecah gelombang, maka sejauh ini yang bersandar hanya kapal-kapal nelayan dari Jepara, Rembang dan Juwana. Itu pun kapal-kapal mereka masih dihantam ombak,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Suripto mengungkapkan jika hingga kini belum ada rencana pengembangan lanjutan pelabuhan Jepara ini. Sejak selesai dibangun pada 2014 lalu, dermaga yang memilki panjang 938 meter dengan dermaga utama 50×10 meter ini belum lagi tersentuh pembangunan lanjutan. “Hingga kini belum ada pengembangan lanjutan, jika pun ada hanya pemeliharaan ringan,” tandasnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :