Penggunaan Paving Blok untuk Trotoar Dinilai Lebih Ramah Lingkungan

oleh

Kudus, isknews.com – Ada yang menarik pada pembangunan trotoar di Jalan Pangeran Puger, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Yakni pada lapisan bagian permukaan trotoar yang tidak memakai keramik, tetapi menggunakan paving blok. Selain kuat dan tahan lama, penggunaan paving blok itu lebih ramah lingkungan, jika dibandingkan dengan bahan keramik, karena air hujan akan langsung meresap ke dalam tanah. Proyek trotoar ini merupakan bagian dari pembangunan drainase yang oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus itu.


Kepala Seksi (Kasie) Tata Bangunan Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Wisnu Aragani, yang dihubungi isknews.com, Rabu (20/07), di ruang kerjanya, mengatakan, penggunaan bahan paving blok pada trotoar di Jalan Pangeran Puger itu didasarkan pada beberapa pertimbangan, diantaranya yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan kalau menggunakan bahan lain, mencari barangnya lebih mudah, ketersedian atau stoknya cukup, serta perawatannya lebih mudah. “Kalau terjadi kerusakan, misalnya ada satu paving blok itu pecah atau retak, tinggal menggantinya.”

TRENDING :  Djati Solechah : Peran Partai Politik Dapat Wujudkan Poros Dalam Proses Demokrasi



Selain itu, ungkapnya lanjut, penggunaan paving blok yang pemasangannya tanpa menggunakan semen, lebih ramah lingkungan, karena air hujan langsung meresap ke dalam tanah. Bandingkan dengan jika menggunakan bahan keramik, air hujan akan yang menimpa permukaan akan membuat basah permukaan keramik, sehingga menjadi licin. Untuk catnya juga dipilih yang awet, tidak hanya bagian atasnya, namun dicelupkan dalam rendaman cat. Untuk bagian penutup lubang drainase, juga dari bahan pilihan, yakni lempengan dari tembaga yang dihiasi relief Lambang Kabupaten Kudus. “Proyek drainase di Jalan Pangeran Puger itu, sudah selesai 100 persen.”


Seperti diberitakan di isknews.com, terjadinya genangan air akibat hujan di sejumlah ruas jalan di Kudus, baik jalan utama maupun jalan kelas II, memperoleh perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, pada TA 2017 ini, pembangunan yang menjadi prioritas utama, adalah pembenahan drainase secara besar-besaran, guna mengatasi genangan air tersebut. Terkait dengan pembenahan drainase itu, pada TA 2017 ini, pembangunan trotoar ditiadakan.


Pembenahan drainase di sejumlah ruas jalan dilakukan. Pekerjaannya adalah, bagaimana air yang masuk ke drainase itu dialitkan ke sungai terdekat, sehingga air langsung habis. Contohnya drainase di sepanjang Jalan Menur, selain dilebarkan, juga ditambah kedalamanya, dari mulai perempatan kecil di depan bengkel motor, sampai ke sungai di pertigaan sebelah timur PT Nojorono. Air dari drainase itu langsung masuk ke sungai tersebut, sehingga alirannya lancar. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :