Penghasilan TWBK Dari Kios dan Lapak, Stagnan

oleh
Foto: Deretan kios di TWBK yang digunakan untuk berjualan cindera mata dan warung makan (Darmanto Nugroho/isknews.com)

Kudus, ISKNEWS.COM – Salah satu fasilitas yang ada di area Terminal Wisata Bakalan Krapyak (TWBK) Kudus, adalah kios yang diperuntukan penjual cindera mata atau warung makan dan lapak bagi pedagang kaki lima (PKL). Namun penghasilan atau masukan yang didapatkan dari para pedagang oleh pengelola TWBK stagnan, dikarenakan besarnya uang sewa kios dan lapak, ditentukan dalam peraturan daerah (Perda).

TRENDING :  Religi Ke Makam Sunan Muria

Kepala TWBK, Williyanto, saat dihubungi isknews.com, Rabu (18-04-2018), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu. Menurut dia, terkait keberadaan kios dan lapak di TWBK, pihaknya hanya mempunyai kewenangan mengelola fisik bangunan dan mendata jumlah pedagang yang menempati, sedangkan untuk ongkos sewa, kewenanganya ada pada dinas, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus. “Pihak dinas pun hanya melaksanakan, karena besarnya ongkos sewa tersebut ditentukan dalam peraturan daerah (Perda).”

TRENDING :  Panwas Temukan Segel Kotak Suara Pilkada Kudus Rusak

Sekarang ini, lanjutnya, jumlah jumlah kios di TWBK sebanyak 35 unit, sedangkan jumlah lapak 66 unit. Besarnya ongkos sewa berdasarkan Perda, untuk kios Rp 1.000.000 per tahun, lapak Rp 750.000 per tahun. Karena hingga kini tidak ada penambahan kios mau pun lapak, pendapatan hasil sewa oleh TWBK sebagai kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kudus, dari tahun ke tahun, stagnan atau jalan di tempat.

TRENDING :  Tak Menuai Hasil, Honorer K2 Audiensi dengan DPRD

“Memang ada masukan yang diperoleh pengelola dari para pedagang di kios dan lapak, yakni retribusi kebersihan, besarnya untuk setiap pedagang, Rp 1000 per hari”. (DM/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :