Pengrajin Kuningan Juwana Banyak Yang Gulung Tikar

oleh

Pati, isknews.com – Geliat pengrajin kuningan di wilayah kecamatan Juwana, saat ini tengah mengalami kemrosotan. selain bahan baku yang sulit didapatkan, harga bahan baku juga tergolong mahal. tibambah lagi dengan minat masyarakat yang minim terkait kerajinan kuningan ini.

Sudirno, salah seorang pengrajin kuningan di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana mengatakan, dulu ada sebanyak 600 an pengrajin kuningan di wilayah Kecamatan Juwana. tetapi, perlahan mulai berkurang lantaran berbagai hal yang di alami, muali dari pasar kerajinan yang lesu, bahan baku sulit dan harganya yang tinggi.

TRENDING :  Camat Pucakwangi Ingatkan Kades Segera Ajukan Anggaran DD

“Sampai saat ini, mungkin ada 240 an penrajin kuningan yang masih bertahan. Itupun harus mempunyai cukup modal dan sudah mempunyai konsumen tetap. Kalau belum mempunyai keduanya, tidak menutup kemungkinan juga akan berkurang lagi,” terangnya, Jumat (30/10/2018).

TRENDING :  H-8 Lebaran Kenaikan Harga Sembako Masih Wajar

Dia juga mengaku, untuk mengatasi masalah harga bahan baku yang mahal, Sudirman harus memutar otak agar mendapatkan bahan baku yang baik d an ekomonis.

Sehingga, dia kemudian memanfaatkan bahan baku bekas atau daur ulang.“Memang harus pintar memutar otak dan berinovasi untuk terus mempertahankan kerajinan kuningan ini. kalaupun saya sudah menggunakan bahan baku bekas, tetapi untuk penjualan juga masih pasang surut,”keluhnya.

TRENDING :  RPJMD Kristalisasi Program Unggulan Bupati Kudus 2018 - 2023

Produk kerajinan kuningan Juwana memang sempat menguasai pasar kerajinan kuningan di Indonesia. Bahkan kerajinan kuningan juwana sempat ekspansi ekspor ke manca negara. Menurunnya pelaku kerajinan kuningan juwana menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Harapannya, semoga peminat kerajinan kuningan semakin bertambah sehingga banyak pengrajin yang mendapatkan untung,” tandasnya. (WR/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :