Pengukuhan TPAKD, Langkah Nyata Bupati Kudus Percepat Akses Keuangan Daerah

Pengukuhan TPAKD, Langkah Nyata Bupati Kudus Percepat Akses Keuangan Daerah

KUDUS-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Kudus memiliki literasi keuangan yang baik. Baik itu pengetahuan masyarakat maupun kondisi industri keuangan yang sehat. Sehingga Kudus ini layak menjadi kabupaten percontohan. Baik di level provinsi bahkan di level Nasional.

Demikian disampaikan M Ihsanuddin Ketua Regional 3 OJK Jateng DIY saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (28/10). Tim yang beranggotakan pejabat Pemkab Kudus dan praktisi industri jasa keuangan di Kudus ini memiliki tugas memberikan edukasi untuk masyarakat termasuk para siswa mengenai perencanaan keuangan yang baik.

Ihsan mengatakan, bahwa industri jasa keuangan yang ada di daerah, diantaranya perbankan, asuransi, pegadaian serta berbagai industri keuangan lainnya, terus didorong agar tumbuh dengan baik. Sehingga nantinya mampu memberikan kontribusi pada perekonomian daerah.

BACA JUGA :  Bupati Kudus Akan Berikan Subsidi Asuransi Gagal Panen, Gelar ‘Pleno’ dengan Para Petani di Sawah

Literasi keuangan di Indonesia baru mencapai 21 persen. Bahkan di Jawa Tengah masih di bawah nasional. Yaitu 19 persen. Inilah yang menjadi tantangan di Kudus. Termasuk tantangan TPAKD yang bukan hanya seremonial. Tetapi segera menetapkan program nyata.

”Dan di Kudus ini nanti kita akan dipilih desa pandai OJK sebagai percontohan,” jelas Ihsan.

Kriteria untuk menentukan dilihat dari pengetahuan masyarakat yang baik untuk memanfaatkan jasa keuangan. Dirinya mengatakan dengan kata lain, masyarakat Kudus sudah melek keuangan.

“Termasuk edukasi harus ditanamkan sejak anak-anak. Salah satunya dengan gerakan menabung dan tidak konsumtif,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kudus H. Musthofa merasa tertantang dengan hasil survei persentase literasi keuangan di Indonesia. Dirinya berharap, Kudus bisa mencapai angka yang tinggi.

BACA JUGA :  Inilah 13 SKPD Pengelola Dana DBHC-HT 2015

“Harapan saya nanti masyarakat Kudus bisa melek keuangan dengan jumlah 60 atau 70 persen,” harap Musthofa.

Apa yang diharapkan pembina forum UMKM Jateng ini tentu sudah diimbangi dengan berbagai upaya nyata. Salah satunya mengubah mind set dan memberikan edukasi masyarakat pelaku UMKM. Yaitu dengan pemberian Kredit Usaha Produktif (KUP).

H Musthofa menambahkan bahwa adanya desa pandai OJK ini merupakan gagasan bagus. Dirinya menyambut baik dalam kerangka besar untuk menyejahterakan masyarakat. Salah satunya menjadikan masyarakat Kudus minded lembaga keuangan.

”Desa pandai ini meliputi banyak indikator. Secara umum mengarah pada hidup berencana dengan cermat mempersiapkan masa depan,” kata Pak Bupati.

Bupati optimis dengan capaian di Kudus. Mengapa? Filosofi gusjigang sebagai warisan Kangjeng Sunan Kudus telah benar-benar dipahami bahkan terimplementasi nyata di masyarakat. Yaitu banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai entrepreneur.

BACA JUGA :  Pondok Sarang bersama PR Sukun Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

“Langkah awalnya, semua harus memiliki kesadaran menabung. Karena saya ingin ini benar-benar terimplementasi nyata,” pungkasnya.(Adv)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post