Pengumuman Mundur November 2018, Kudus Optimis Raih Kembali Piala Adipura

oleh
Pengumuman Mundur November 2018, Kudus Optimis Raih Kembali Piala Adipura
Foto: Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Abdul Halil, saat ditemui awak media, di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (20/7/2018). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pengumuman Adipura Kencana yang sebelumnya di jadwalkan bulan Agustus dikabarkan mundur, yakni November 2018.

Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Abdul Halil, saat ditemui awak media, di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (20/7/2018).

Dikatakannya, Pemkab Kudus telah melewati penilaian adipura tahap pertama yang dimulai oktober tahun lalu (2017), “Setelah lolos dari verifikasi tahap 1, Pemkab Kudus saat ini dalam tahap verifikasi penilaian tahap 2 yang dimulai maret tahun ini,” katanya.

TRENDING :  Sembilan Desa Berlaga Dalam Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten

Pada penilaian tahap pertama, Kudus memperoleh nilai 78,85, dan tertinggi di Jawa Tengah. Adapun hasil penilaian tahap kedua nanti, pihaknya juga yakin mendapat nilai tinggi lagi, meski belum diumumkan. “Sebab kami optimis bisa meraih adipura tahun ini,” harapnya.

Ia melanjutkan, bergengsinya penghargaan adipura kencana membuat tiap Kabupaten/Kota di Indonesia berlomba-lomba meraihnya.

Saat ini pihaknya fokus pada pengelolaan sampah di TPA Tanjung Rejo Jekulo Kudus yang setiap harinya menampung sekitar 400-500 meter kubik sampah.

TRENDING :  Siswa Yataba Kampanyekan Tanam Kelapa Kopyor

“Sejauh ini, sampah yang masuk TPA per hari antara 120 -125 ton per hari. Namun jika pada hari-hari tertentu, semisal menjelang dan pasca lebaran bisa lebih dari itu, apalagi dari luas 5,6 hektare, sisa lahan di TPA Tanjung Rejo kini hanya tinggal 0,6 Ha,” ujarnya.

Dalam rangka memperpanjang umur TPA yang diperkirakan 2-3 tahun lagi, Selain telah memiliki sistem baru pengelolaan pihaknya juga melakukan sistem pemilahan hingga 3 tahap dari tingkat rumah tangga hingga Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R).

TRENDING :  10 Sekolah di Kudus Terima Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional

Menurut Halil, Sampah masih menjadi masalah klasik, bahkan bisa dikatakan produksi sampah di Kudus cenderung meningkat. “Memang hal ini tidak mudah dan cukup berat, maka dari itu, dibutuhkan kerjasama kuat semua pihak untuk melakukan pengelolaan sampah, terutama masyarakat, sehingga bisa meminimalkan produksi sampah, serta tidak terjadi ledakan sampah di TPA,” tandasnya. (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :