Pengusaha Peternakan Ayam Harus Pahami Siklus Lalat Dan Kelengkapan Perijinan

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Dalam rangka menciptakan usaha peternakan yang ramah lingkungan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menyelenggarakan Pembinaan Usaha Khususnya Usaha Budidaya Ayam Broiler. Melalui kegiatan ini diharapkan menciptakan usaha peternakan yang ramah lingkungan dan tertib aturan.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peternakan memiliki kelengkapan izin usaha sehingga mereka mendapatkan kepastian berwirausaha terutama pada peternak ayam broiler dengan jumlah lebih dari 15 ribu ekor.

Hal itu di sampaikan oleh Dwi Listyani, Kasie Usaha dan Prasarana Peternakan pada Bidang Peternakan, bersama Sholahudin, Staff Bidang Peternakan, mengunjungi lokasi peternakan yang berdiri di sepanjang pinggir jalan raya  perbatasan Kudus-Pati. (11/1/18)

“ Ini pembinaan untuk pelaku usaha peternakan yang diatas 15 ribu atau bukan peternakan rakyat usaha kecil. Ini sesuai UU Peternakan,” ujar Dwi Listyani.

TRENDING :  Kepala Dinas Peternakan Jateng Dolan Ke Kelompok Peternak Itik Sato Iwen Langgenharjo

Kandang peternakan ayam broiler yang pertama didatangi berukuran panjang 120 meter dan lebar 8 meter. Kapasitas produksi 26 ribu ekor setiap siklus. Melihat hal ini, kemudian ditanyakan tentang kelengkapan perijinannya. Namun keduanya hanya ditemui petugas jaga bernama Ade Wijaya.

“ Ini milik pak Ahmad Danardi dari yayasan Risalah Islam desa Wergu Kulon. Tidak setiap hari kesini beliaunya ,” ucap Ade Wijaya pada Dwi Listyani.

ISKNEWS.COMKemudian Ade menghubungkan Dwi Listyani dengan Ahmad Danardi melalui telepon seluler. Danardi mengakui bila tempatnya usaha peternakan ayam broiler belum dilengkapi perizinan. Sebab tidak mengetahui apabila memiliki usaha peternakan harus mengurus izin ke pemkab Kudus.

“ Kami hanya minta izin ke desa dan warga sekitar. Sebab warga sekitar juga memiliki usaha peternakan ayam tetapi skala kecil ,” kata Danardi melalui ponsel.

TRENDING :  Ternak Lele Sistem Green Water, Apa Itu ?

Danardi berjanji  akan datang ke Dinas pertanian dan pangan untuk berkonsultasi tentang urutan mengurus perizinan serta kewajiban sebagai peternak dengan teknologi modern.

Menanggapi hal ini, Dwi Listyani mengungkapkan bahwa pemilik usaha harus mengurus Surat izin Usaha Peternakan. Sebelum itu kandang tempatnya budidaya ayam broiler harus memiliki IMB ( Izin mendirikan Bangunan).

“ Monggo kalau mau ke kantor Dinas untuk diskusi. Sebab kalau tidak ada kelengkapan izin, nanti bisa dipertanyakan pihak lain ,” jawab Dwi Listyani.

Kemudian, Dwi Listyani dan Sholahudin berpesan pada penjaga yang kebetulan sedang bersama para pekerja membersihkan kandang usai panen agar menjaga kebersihan kandang.

TRENDING :  Hari Sabtu Rata-Rata Sembelih Kurban

Sebab, kandang modern memang di dalamnya tidak menimbulkan bau. Namun baunya keluar melalui blower. Dikhawatirkan hal ini akan berdampak pada pencemaran sehingga dikeluhkan warga sekitar.

“ Jangan sampai banyak lalat yaa saat panen. Sebab nanti bisa berkeliaran ke arah pemukiman warga sekitar ,” pesannya.

Selain kandang tersebut, masih ada lima kandang lainnya yang menggunakan teknologi modern untuk peternakan ayam broiler dengan kapasitas 40 ribu ekor.

“ Para peternak harus memahami siklus lalat sehingga proses pembasmiannya lebih efektif dan efisien. Diharapkan usaha peternakan khususnya ayam broiler di Kudus berwawasan Ramah Lingkungan. Sehingga usaha dapat berproduksi maksimal dan mampu menopang perekonomian peternak Kudus,” pungkasnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :