Penilik Sekolah Tuntut Kenaikan Tunjangan

Penilik Sekolah Tuntut Kenaikan Tunjangan

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Para penilik sekolah yang tergabung dalam Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Jepara menuntut adanya kenaikan tunjangan. Mereka mendatangai Komisi C DPRD Jepara. Dalam kesempatan itu, mereka mengeluhkan besaran tunjangan yang justru lebih kecil dibandingkan sebelumnya saat menjabat sebagai pengajar. Dalam kesempatan itu, mereka diterima oleh Ketua Komisi C Sunarto dan anggota Komisi C Syaifudin, Sri Lestari dan Muslih.

Ketua IPI Jepara Sugiman menyampaikan, penilik merupakan jabatan fungsional sebagaimana kepala sekolah. Namun tunjangan yang diberikan besarannya berbeda. Padahal, penilik memiliki tugas yang tak mudah. Selain harus mengendalikan mutu dan program pendidikan anak usia dini (PAUD), kita juga harus menjalani tugas sebagai penilik di kursus-kursus dan lembaga pendidikan non formal lainnya. “Itu karena memang belum ada penilik untuk lembaga itu,” kata Sugiman.

BACA JUGA :  Ribuan Anak Antusias Ikuti Latihan Manasik Haji

Dengan ditugaskannya sebagai penilik, tunjangan sertifikasi yang didapatkan sebelumnya saat menjabat sebagai guru tidak lagi didapatkan. Adapun tunjangan yang didapatkan berdasarkan golongan dinilai sangat kecil.

Anggota IPI, Winarto membeberkan, hingga saat ini, banyak PNS atau guru yang enggan menjadi penilik sekolah. Saat ini saja, jumlah penilik di Kabupaten Jepara mencapai  29 orang. Jumlah itu bisa berkurang mengingat ada penilik yang akan memasuki masa pensiun.

Menanggapi keluhan itu, Kepala BKD Jepara Abdul Syukur menilai jika tunjangan penilik di Jepara sudah lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah lainnya. Itu setelah ada sejumlah penyesuaian. “Memang dibandingkan Kudus lebih rendah. Tapi dengan daerah lainnya tahun ini lebih tinggi,” tuturnya.

BACA JUGA :  Curi 11 Ribu Poundsterling Milik Majikan, Warga Bandung Diamankan

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C Sunarto mengatakan, jajarannya akan melakukan study banding ke daerah lain terkait hal ini. Pihaknya juga menjanjikan akan melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Kalo bisa nanti kita bersama sama, kesana untuk mengadukan hal ini,” paparnya.(ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post