Peninggalan Mbah Wali Joko Zainal Arifin di Kudus

oleh
Masyruhin, Nadzir Masjid Wali Joko Zainal Arifin
Foto: Masyruhin, Nadzir Masjid Wali Joko Zainal Arifin di Dukuh Buloh, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (09-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Dikisahkan, Mbah Wali Joko Zainal Arifin merupakan keponakan dari Sunan Kalijaga yang berhijrah ke Kudus untuk mensyiarkan agama Islam di Dukuh Buloh, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Di desa tersebut, masih berdiri kokoh mustaka Masjid dan beduk yang menjadi peninggalan, sekaligus saksi perjalanan dakwah Mbah Wali Joko Zainal Arifin. Pada zaman dahulu, beduk yang menjadi peninggalan Mbah Wali Joko Zainal Arifin, jika di tabuh, konon suara beduk tersebut terdengar hingga ke Demak.

TRENDING :  Gandeng Pengrajin Batik, SMK Negeri 3 Pati Ajari Siswa Membatik

Mengetahui hal tersebut, Sunan Kalijaga memerintahkan santrinya datang ke Masjid Wali Joko Zainal Arifin untuk menghancurkan beduk, agar suaranya tidak terdengar hingga ke Demak.

Datanglah santri Sunan Kalijaga ke Masjid Wali Joko Zainal Arifin. Dipecel-pecel (menghancurkan dengan kapak namun tidak sampai hancur seluruhnya –red) beduk tersebut, oleh santri Sunan Kalijaga.

Masjid Wali Joko Zainal Arifin
Foto: Masjid Wali Joko Zainal Arifin di Dukuh Buloh, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (09-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

“Bekas pecel-pecelan beduk tersebut kemudian ditambal agar bisa digunakan kembali. Namun, suara yang dihasilkan tidak dapat lagi terdengar hingga ke Demak,” ungkap Masyruhin.

TRENDING :  Kios PKL Mbarito Baru Akan Ditarik Jika Tidak Difungsikan

Tak hanya Masjid dan beduk, menurut cerita bahwa dahulu Mbah Wali Joko Zainal Arifin, sebelum membangun Masjid di Dukuh Buloh. Ia pernah membangun sebuah Masjid di kawasan persawahan yang ada di Utara Dukuh Buloh yang disebut Sawah Gunuk.

“Mbah Wali Joko Zainal Arifin ingin membangun Masjid dalam waktu satu malam. Namun karena kerinan (membuat sesuatu pada waktu menjelang subuh –red), sehingga pembuatan Masjid tidak jadi di tempat tersebut,” katanya.

TRENDING :  Perampokan Konter Mlatinorowito Kudus, Pelaku Ternyata Tetangga Sendiri
Beduk peninggalan Mbah Wali Joko Zainal Arifin
Foto: Beduk peninggalan Mbah Wali Joko Zainal Arifin di Dukuh Buloh, Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jumat (09-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM).

Imbuh Masyruhin, “Sampai saat ini, tanah yang dahulu digunakan oleh Mbah Wali Joko Zainal Arifin membangun Masjid masih dapat dilihat. Tanah tersebut berbentuk mbenunuk (lebih tinggi dari kawasan di sekitarnya – red), sehingga oleh masyarakat sekitar disebut sawah gunuk.” (NNC/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :