cymera_20161006_064743

Penjual Bensin Eceran “Terpaksa” Beralih Pertalite Dan Pertamax

Kudus, isknews.com – Pedagang eceran di Kudus yang biasanya menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis premiummulai beralih menjual pertalite dan pertamax. Hal itu menyusul larangan pembelian premium menggunakan jeriken di SPBU, yang dikeluarkan Pertamina mulai 1 Oktober 2016 lalu.

cymera_20161006_064743

Pantauan isknews.com, Kamis 6 Oktober 2016, beberapa warung yang biasa menjual BBM warna kuning cerah dalam botol, sekarang mulai nampak dipenuhi dengan botol berisi BBM warna biru kehijauan (pertamax) dan hijau cerah (pertalite).

Salah seorang pemilik warung di Kecamatan Jekulo Giman mengatakan, sebelumnya dia biasa menjual premium eceran namun karena di SPBU sekarang sudah tidak menyediakan lagi, terpaksa kini menjual pertalite dan pertamax.

Baca Juga :  BAHAN ES TEBU TERNYATA DIDATANGKAN DARI LUAR KUDUS

Giman mengaku sedikit kecewa dengan keputusan Pertamina, sebab ia menganggap keberadaan premium masih dibutuhkan di masyarakat. Ditambah kebijakan sejumlah SPBU di Kudus yang tak lagi menjual premium semakin menambah kekecewaannya.

“Padahal saya dengar aturannya hanya tidak boleh membeli menggunakan jeriken, tapi ini malah hampir semua SPBU malah tidak menjual premium,” keluhnya.

Dirinya meyakini peminat premium sebenarnya masih banyak, tapi karena keberadaannya sudah dihilangkan masyarakat jadi terpaksa membeli yang ada (pertalite dan pertamax ecer).

Senada dengan Giman penjual eceran di Kecamatan Mejobo Mardi mengungkapkan, seharusnya Pertamina lebih bijak lagi dalam membuat keputusan. Karena keberadaan bensin eceran masih dibutuhkan dan menjadi primadona, khusunya untuk mereka yang menggunakan motor tua dibawah tahun 2000.

Baca Juga :  Rapat Kerja Pembahasan Rencana Bisnis Bank Jateng 2016-2018, KUP Salah Satu Program Andalan Bank Jateng

Dirinya berharap keberadaan premium tetap dipertahankan, bukan malah dihapus dari peredaran. “Kami yakin jika masih beredar masyarakat Kudus lebih memilih premium ketimbang BBM jenis lainnya. Sebab jumlah pemilik sepeda motor tua masih banyak di kota ini,” ujarnya.

Seperti diketahui larangan menjuak premium kepada penjual eceran mulai berlaku per 1 Oktober. Bahkan dalam surat ederan dari Pertamina direncanakan premium di SPBU akan ditarik peredarannya. Masyarakat kemudian diarahkan untuk membeli BBM jenis pertalite dan pertamax yang secara kualitas lebih baik.

Baca Juga :  Lomba Gerak Jalan Tingkat SD Di Kecamatan Mejobo Jadi Ajang Adu Gengsi Antarsekolah

Premium memiliki nilai oktan 88, pertalite memiliki RON 90, Pertamax sebesar 92, dan Pertamax Plus sebesar 95. Nilai tersebut mempengaruhi kinerja dan daya tahan mesin, semakin tinggi nilai oktannya semakin baik pula untuk mesin karena BBM lebih lambat terbakar, sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin. (MK)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?