Penjualan Pupuk Subsidi Secara Ilegal di Gagalkan Polsek Tambakromo

Penjualan Pupuk Subsidi Secara Ilegal di Gagalkan Polsek Tambakromo

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Penjualan Pupuk Subsidi secara ilegal jenis phonska oleh SW warga Desa Sendangrejo di gagalkan jajaran Polsek Tambakromo Selasa, (7/2).

Menurut Kapolres Pati AKBP. Ari Wibowo melalui Kapolsek Tambakromo mengatakan, terjadinya penangkapan tersebut bermula dari informasi warga yang memberitahukan akan ada pengiriman pupuk yang dijual di wilayah Tambakromo.

Setelah mendapatkan informasi terkait adanya dugaan melanggar hukum, Kapolsek Tambakromo AKP Warsito kemudian dengan cepat memerintahkan anggota Reskrim guna melakukan pengintaian, penyelidikan dan pemantauan.

TRENDING :  TIM SERGAP MABES TNI AD KUNJUNGI PATI

“Setelah mendapat laporan, anggota langsung melakukan pemantuan di jalan Gabus-Tambakromo, karena dari Informasi kendaraan yang memuat pupuk akan melalui jalan tersebut.

Setelah dilakukan pemantauan ternyata laporan masyarakat tersebut benar, pukul 19:00 truk dengan nopol K 1428 RH membawa 5 ton pupuk subsidi jenis Phonska

Selain mengamankan Ratusan sak pupuk subsidi. Di lokasi penangkapan petugas langsung mengamankan sopir truk beserta seratusan sak bertuliskan pupuk bersubsidi.

Untuk proses penyidikan lebih lanjut, polisi langsung menggelandang tersangka Surya Wibowo warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu sopir truk sekaligus pemilik pupuk untuk dimintai keterangan.

TRENDING :  Tiga Jenazah Korban KM.Mulya Jati Ditemukan, Satu Belum Teridentifikasi

” Dari keterangan tersangka pupuk subsidi itu didapat dari wilayah Kecamatan Tayu dan akan dikirim ke Desa Maitan, Kecamatan tambakromo,” imbuh Warsito.

Dia menambahkan tersangka telah dua kali melakukan pengiriman dan penjualan pupuk subsidi diwilayah hukumnya. Setiap saknya tersangka menjual pupuk subsidi lebih mahal dari harga belinya.

“Karena selisih harga inilah yang membuat tersangka nekat menjual pupuk jatah dari pemerintah,” ujar Warsito

TRENDING :  HUT Partai Gerindra Ke 9 "Bergerak Selamatkan Masa Depan Bangsa"

Lebih lanjut Warsito menjelaskan, pupuk jenis Phonska adalah subsidi dari pemerintah yang dijual Rp.115 rb. Untuk mendapat pupuk tersebut tersangka harus membeli dengan harga Rp.125 ribu/saknya dari seorang warga Ngablak berinisial HRY kemudian dijualnya kembali dengan harga Rp. 135 ribu.

Kasus ini selanjutnya dilimpahkan kepada Polres Pati karena kasus tersebut merupakan pelanggaran katagori pidana khusus (Pidsus). (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post