Penumpang Arus Mudik dan Balik 2017 di Terminal Induk Kudus Alami Kenaikan

Penumpang Arus Mudik dan Balik 2017 di Terminal Induk Kudus Alami Kenaikan

Kudus, isknews.com – Jumlah penumpang angkutan lebaran di terminal induk Kudus pada arus mudik dan balik tahun 2017 mengalami peningkatan.

Kepala Terminal Jati Kudus, Suwarno, melalui staff-nya Sutrisno kepada isknews.com membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan, penyebab melonjaknya penumpang di Terminal Induk Jati Kudus dikarenakan pada tahun 2017 ini banyaknya warga Kudus terutama angkatan lulusan sekolah tingkat SMA sederajat yang diterima bekerja diluar kota, terutama di daerah Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat.

Selain itu, disusul tukang batu atau bangunan, dan pemudik yang sengaja pulang setelah menghabiskan liburan pada lebaran ketupat.

TRENDING :  Arus Balik Lebaran Di Kudus Masih Sepi

Sementara puncak arus balik di Kudus tahun ini terlihat pada H+5, H+6 dan H+7 lebaran, karena waktu tersebut bertepatan dengan akhir pekan (weekend). “Adapun waktu paling sibuk mulai dari siang hingga tengah malam, karena penumpang biasanya lebih suka berangkat jam segitu,” kata dia di Terminal Induk Jati Kudus, Kamis (6/7/2017).

TRENDING :  Selama Arus Mudik, Stok BBM Dijamin Aman

Hasil data yang dihimpun pihak terminal Kudus selama arus mudik dan balik lebaran 2017, pada kedatangan, meski jumlah Bus mengalami penurunan, yakni pada 2016 ada 2179 Bus, sementara untuk tahun 2017 Ada 2037 bus. Selanjutnya, untuk penumpang mengalami kenaikan dibanding tahun 2016 lalu dengan jumlah 23.258 penumpang, maka untuk tahun 2017 mencapai 31.976 penumpang.

Sementara untuk data keberangkatan, jumlah bus mengalami kenaikan, yakni pada 2016 ada 1941 Bus, sementara untuk tahun 2017 Ada 2037 bus. Selanjutnya, untuk penumpang mengalami kenaikan dibanding tahun 2016 lalu dengan jumlah 24.570 penumpang, sedangkan untuk tahun 2017 mencapai 31.173 penumpang.

TRENDING :  Angkutan Umum Plat Hitam Di Kudus Ditertibkan

Sutris menambahkan, “Sejak resmi menjadi terminal tipe A kabupaten Kudus pada 1 Januari 2017 lalu, terminal ini tidak lagi di kelola oleh pemerintah daerah, melainkan langsung di kelola dari pemerintah pusat.” pungkasnya (AJ).

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.