Penyandang Disabilitas Daijak Berfikir Bisnis Dan Jadi Pengusaha Yang tangguh

oleh
Bupati Kudus saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional (HDI) 2018, di Aula gedung DPRD Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com –  Puncak acara peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional (HDI) 2018, pagi tadi digelar di Aula gedung DPRD Kudus pagi tadi, Acara yang bertemakan ‘Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas’di selenggarakan oleh Forum komunikasi Desabilitas Kudus (FKDK), Minggu (09/12/2018).

Memberikan sambutannya Bupati Kudus HM Tamzil mengatakan, “Melalui kegiatan ini saya ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Kudus sebagai kabupaten yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Untuk mewujudkan itu, semua pihak memiliki peran yang harus dilakukan bersama-sama,” katanya

Ditambahkannya,  kedepan anggota Disabilitas akan kita bina dan akan diberikan fasilitasi anggaran daerah untuk mengelola bisnis yang modern dan  bagaimana anak-anak disabilitas berpikir bisnis demi kesejahteraan.

“Kami yang saat ini diamanahi menjabat sebagai Bupati harus sebagai pelayan dan siap melayani masyarakat Kudus, termasuk juga  masyarakat penyandang disabilitas karena mereka juga memiliki hak dasar yang perlu dipenuhi sama seperti warga negara lain,” katanya.

TRENDING :  Ketinggian Air Sungai Wulan Jati Masih Aman

Penyandang disabilitas akan diajak untuk berpikir bisnis dan jadi pengusaha yang tangguh. Karena difabel tidak hanya menjadi pekerja saja, tetapi harus berani berpikir untuk menjadi seorang pengusaha.

“Kedepan anggota difabel akan kita bina dan akan diberikan fasilitasi anggaran daerah dari terkait bisnis modern, agar para difabel bisa berpikir bisnis demi kesejahteraannya.

Dengan program bantuan modal sebesar Rp. 10 juta yang nantinya akan diberikan kepada 500 usahawan baru di Kudus,  dimana termasuk didalamnya adalah difabel yang menjadi pengusaha.

TRENDING :  BREAKING NEWS : Pembongkaran Cafe New Clarisa Kudus Berjalan Alot

“Saya berharap modal tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan usaha yang dimiliki,” jelasnya

Sementara itu, Ketua FKDK, Rismawan Yulianto, mengatakan jika dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap ketrampilan dan usaha yang dimiliki oleh teman-teman difabel Kudus. Untuk kemudian dikirimkan ke Bupati Kudus, guna dimasukan kedalam progam 500 usahawan baru bupati Kudus.

“Saya ucapakan terimakasih kedapa Bupati Kudus yang berkenan memeperhatikan nasib kami. Kami berharap progam tersebut yang diusung oleh beliau bisa terealisasi,” ujar Wawan sapaan akrabnya, saat ditemui media ini di Aula Gedung DPRD Kudus.

Yusuf Roni, Ketua DPRD Kudus mengaku selama ini Usaha Mikro, Kecil dan Menengah selalu terkendala dengan masalah pemasaran. Untuk itu, kedepan pihaknya bersama dengan seluruh stakeholder untuk membatu mendorong pemasaran produk UMKM yang ada di Kudus. Termasuk didalamnya adalah produk-produk yang dihasilkan oleh penyandang disabilitas.

TRENDING :  Ternyata Warga Sarirejo yang Bunuh diri Meninggalkan Pesan Melalui Surat. Ini isinya,

“Kami di DPRD, kedepan akan membangun etalase yang berisi display produk-produk mereka beserta dengan company profil dan contac personnya. Karena di DPRD sering kedatangan tamu dari luar, dengan melihat display tersebut kami berharap mereka bisa tertarik dengan produk-produk UMKM di Kudus. Syukur-syukur mereka bisa menghubungi contac person yang ada dan membelinya,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kudus HM Tamzil, Ketua DPRD Achmad Yusuf Roni, Sekda Kudus, Sam’ani Intakhoris dan para pengurus FKDK serta para penyandang disabilitas di Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :