Peragakan 20 Adegan, Rekonstruksi Pembunuhan Di Lambangan

oleh

Kudus, isknews.com – Reka adegan kasus suami bunuh isteri yang terjadi di desa Lambangan Undaan Kudus, siang tadi di gelar oleh Polres Kudus. Dipimpin oleh Kasatreskrim AKP Rismanto, reka adegan atau rekonstruksi kasus pembunuhan yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Dewi Murtosiyah (22) digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di rumah tersangka Sugeng di Gang 9 RT 02 RW 02 Desa Lambangan Undaan, Kamis (14/3/2019).

Bripda Aziati Husna dari unit 4 PPA Satreskrim Polres Kudus yang memerankan korban Dewi Murtosiyah, sementara tersangka saat sedang mendorong tubuh korban (Foto: istimewa)

Peristiwa yang terjadi pada 9 Febuari lalu tersebut sebelumnya juga telah di lakukan  autopsi atas jasad korban yang berlangsung di sebuah pemakaman tempat asal ibu muda yang baru saja melahirkan itu berasal yakni di Desa Kedungdowo Kaliwungu Kudus, karena keluarga korban mencurigai kematian korban tak wajar.

Sugeng (tersangka) didatangkan langsung ke TKP dan sempat bersujud dihadapan ibunya yang menunggu di rumah (TKP). Adegan demi adegan dilakoni oleh Sugeng di depan tim penyidik Polres Kudus serta  perwakilan jaksa dari Pengadilan Negeri Kudus.

TRENDING :  Banjir Anak-Anak Dukuh Gendok Masih Semangat Bersekolah

Proses rekonstruksi berlangsung hampir 2 jam yang juga disaksikan oleh unsur Kejaksaan, perangkat desa, Babinsa dan sejumlah awak media serta warga yang menyaksikan dari luar batas garis pita polisi.

Ditemui usai pelaksanaan rekonstruksi, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto di hadapan sejumlah awak media menyampaikan, rasa syukur atas lancar dan mulusnya proses reka adegan yang dilaksanakan.

“Ada sebanyak 20 reka adegan didasari pada keterangan pelaku saat kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pembunuhan pada tanggal 8 dan 9 Febuari 2019 lalu di peragakan kembali. Reka adegan ini sekaligus untukmengetahui kronologi pembunuhan,” katanya.

TRENDING :  ​PURA GROUP AKHIRI PUNCAK KEGIATAN DENGAN JALAN SEHAT DAN PESTA RAKYAT

Motifnya, kata dia, pelaku emosi sesaat. Karena korban memerintahnya, sehingga capek.

AKP Rismanto menjelaskan reka adegan dimulai saat Sugeng dan istrinya, Dewi cekcok di ruang tamu rumahnya. Cek cok dilandasi rasa kesal Sugeng karena terus disuruh-suruh istrinya tersebut. Reka adegan dua, Sugeng mulai mendorong istrinya ke tembok karena mulai merasa kesal.

“Adegan ketiga hingga kedelapan, Sugeng kembali cekcok dengan Dewi. Sugeng kembali mendorong Dewi. Nahas, kali ini Dewi terkena sebuah kursi dan langsung tidak sadarkan diri. Sugeng langsung panik dan bingung, lalu tersangka mengambil selendang yang kemudian diikatkannya pada kayu penyangga tangga setinggi dua meter. Sugeng lantas menyeret tubuh Dewi untuk digantungkan di kain selendang tersebut,” tuturnya.

Dilanjutkannya, anak korban menangis. Sugeng yang tak tega langsung menghampirinya dan membuatkan susu anaknya. Sugeng juga sempat menina bobokkan anaknya.

TRENDING :  Pengadilan Negeri Kudus Akhirnya Vonis Terdakwa KDRT dengan 1,8 Tahun Penjara

“Setelah anaknya tertidur, kurang lebih setengah jam, pihaknya langsung menghampiri istrinya dan berteriak sekencang-kencangnya hingga para saksi datang dan mengecek kondisi korban,” ucap Rismanto.

Dewi dipastikan tidak bernyawa setelah salah satu saksi mengecek denyut nadinya. Lalu warga pun berdatangan dan akhirnya diperiksa hingga akhirnya dimandikan dan disemayamkan.

Sebelumnya, kematian Dewi memang dianggap tidak wajar oleh beberapa tetangga. Namun, para tetangga hanya mengerti Dewi meninggal karena sakit setelah lakukan operasi sesar.

“Sebetulnya ada adegan yang harus di perbaiki terutama pada adegan nomor 19 yang sebetulnya harusnya menjadi adegan no 18, Cuma susunannya terbalik, itu saja, selebihnya lancar,” pungkasnya.

Dalam reka adegan ini peran korban Dewi Murtosiyah di bawakan oleh Bripda Aziati Husna dari unit 4 PPA Satreskrim Polres Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :