Perajin Trofi Ketiban Rezeki Nomplok

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Momentum hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke 73 diperingati dengan penuh suka cita masyarakat di seluruh penjuru negeri. Berbagai cara dilakukan mulai menggelar upacara bendera hingga berbagai perlombaan.

Suka cita itu rupanya membawa berkah tersendiri bagi para pembuat piala atau trofi. Sudah menjadi hal biasa setiap kali ada perlombaan di Indonesia, pemenangnya akan mendapat hadiah berupa piala dan hadiah tambahan lainnya.

Salah satu yang ketiban rezeki nomplok itu adalah Jafar. Warga Kampung Ledok RT 3 RW 5, Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus. Kampung itu memang sudah dikenal luas sebagai kampung penghasil piala. Tak sulit menemukan perajin trofi di kampung tersebut.

TRENDING :  Pati Kian Dilirik Pemasar Mobil Kelas Dunia

Jafar ketika ditemui sejumlah awak media mengungkapkan, ada peningkatan pesanan ketika memasuki Agustus. Pemesannya tak hanya dari dalam kota melainkan banyak juga yang berasal dari kota tetangga.

“Biasanya begitu, kalau menjelang HUT Kemerdekaan banyak pesanan. Kudus, Jepara, Pati, Rembang, hinga Blora biasanya yang memesan,” katanya.

TRENDING :  Warga Undaan Abaikan Beras Di Pasar Murah

Kenaikan pesanan pada momentum HUT RI bisa mencapai 300 persen. Pada hari biasa pesanan 5-10 trofi saja. Akan tetapi untuk saat seperti ini Jafar bisa mengerjakan hingga 30 trofi bahkan bisa lebih. Selain trofi dia juga menerima pesanan plakat dari bahan baku akrilik.

Pria berusia 49 tahun ini merupakan generasi kedua dari usaha yang dirintis orang tuanya. Di Kampung Ledok, orang tua Jafar adalah perintis usaha pembuatan trofi. Setiap harinya selama Agustus banyak yang datang silih berganti untuk memesan atau mengambil trofi yang telah dipesan jauh hari.

TRENDING :  Disdagsar Terus Gencarkan Operasi Pasar Gas Melon

Setiap trofi yang dibuat di banderol mulai Rp 75 ribu hingga Rp 1 juta. “Yang paling laris biasanya yang Rp 100 ribuan. Itu dipilih karena harganya terjangkau dan sesuai dengan even yang digelar,” tuturnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :