Peran Bermain dalam Proses Perkembangan Anak

Peran Bermain dalam Proses Perkembangan Anak

Oleh dr. Susilorini, Sp.A

RS Mardi Rahayu Kudus

Bermain merupakan tahap awal dari proses belajar pada anak yang dialami hampir semua orang. Melalui kegiatan bermain yang menyenangkan, seorang anak berusaha menyelidiki dan mendapatkan pengalaman yang banyak.Baik pengalaman dengan dirinya sendiri, orang lain maupun dengan lingkungan sekitarnya. Melalui bermain anak dapat mengorganisasikan berbagai pengalaman dan kemampuan kognitifnya dalam upaya menyusun kembali gagasan yang cemerlang.

Adapun bermain mempunyai manfaat bagi perkembangan anak yaitu:

  1. Aspek fisik, bila anak mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan yang banyak melibatkan aktivitas fisik terutama motorik kasar, akan membuat tubuh menjadi sehat.

  2. Permainan yang melibatkan kemampuan motorik kasar dan motorik halus akan meningkatkan keterampilan anak.

  3. Keterlibatan anak dengan orang lain dapat membantu anak untuk bersosialisasi dengan teman sebaya atau orang lain, anak akan belajar berpisah dengan ibu dan pengasuh, belajar berbagi dengan orang lain, dan melakukan pemecahan masalah

  4. Aspek perkembangan bahasa, melalui kegiatan bermain anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk berani berbicara. Kegiatan ini akan melatih kemampuan mengkoordinasikan antara apa yang terpikir dengan gerakan motorik organ-organ dalam rongga mulut. Hal ini penting untuk kemampuan anak dalam berkomunikasi dan memperluas pergaulannya di kemudian hari.

  5. Aspek emosi dan kepribadian, melalui bermain seorang anak dapat melepas ketegangan yang dialaminya. Kegiatan bermain bersama sekelompok temansebaya akan memberikan kesempatan bagi anak untuk menilai dirisendiri tentang kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, sehingga dapat membantu pembentukan konsepdiri yang positif, mempunyai rasa percaya diri dan hargadiri karena merasa mempunyai kompetensi tertentu.

  6. Aspek kognitif, dengan bermain akan melibatkan pengetahuan yang luas dan daya nalar anak, menumbuhkan kreativitas, kemampuan berbahasa, dan peningkatkan daya ingat anak.

  7. Aspek ketajaman pancaindra, dalam bermain seorang anak akan menggunakan sebagian besar panca indranya, sehingga panca indera tersebut akan terasah sehingga menjadi lebih peka pada hal-hal yang berlangsung di lingkungan sekitarnya.

Bermain untuk seorang anak perlu juga menggunakan alat permainan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih alat permainan adalah:

  1. Tidakberbahaya, alat permainan tersebut sebaiknya terbuat dari bahan yang aman untuk anak, bentuknya juga tidak berbahaya seperti memiliki sudut yang runcing, mengandung zat pewarna beracun, sambungan kurang kuat atau mudah rusak.

  2. Bukan semata pilihan orangtua, berikan kesempatan pada anak untuk memilih sendiri mainan yang disukainya tetapi orang tua tetap perlu mengarahkan saat memilih mainan tersebut. Bila orang tua cenderung memaksakan pilihannya, sementara anak tidak senang maka anak akan menolak meskipun alat tersebut bermanfaat.

  3. Sesuaikan alat permainan dengan permainan anak.

  4. Berikan alat permainan yang sederhana, jangan terlalu rumit atau terlalu mahal harganya.

Bermain merupakan kegiatan yang sangat penting bagia nak. Melalui bermain seorang anak akan memperoleh berbagai keuntungan sekaligus belajar berbagai hal yang dapat memperluas wawasan, pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan pada saat dewasa nantinya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Gandeng RS Mardirahayu, Polres Kudus Beri Pengobatan Gratis Warga Rahtawu

Share This Post

Comments are closed.