Perbaikan Jalan Rusak Akibat Longsor Rahtawu Ditarget Selesai Sebelum Lebaran

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebagai kawasan yang masuk dalam peta rawan bencana, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, seringkali dilanda bencana utamanya tanah longsor. Hal tersebut terkait kontur dan struktur tanah pegunungan yang membentuk tebing-tebing di pinggir jalan utama dan satu-satunya di kawasan tersebut.

Kejadian bencana longsor yang terjadi Rahtawu beberapa bulan lalu mengakibatkan enam titik jalan akses utama masuk desa mengalami kerusakan. Sehingga perlu penangganan agar aktivitas warga tidak terganggu.

Kepala Dinas PUPR Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kepala Desa Rahtawu saat melakukan pengecekan lokasi perbaikan jalan rusak akibat longsor beberapa waktu lalu. (ISKNEWS/MUKHLISIN)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan, akibat kejadian longsor yang terjadi pada bulan januari sampai februari 2017 lalu, terdapat enam titik jalan utama desa Rahtawu yang merupakan akses satu-satunya sehingga ribuan warga didesa tersebut rawan terisolir jika tidak segera ditanggani.

TRENDING :  Kondisi Sabuk Hijau Pengaruhi Konsistensi Pasokan Debit Air Bendung Logung

Dari enam titik longsoran tersebut berada di tebing yang sangat curam dengan kemiringan 90 derajat sehingga membahayakan warga yang melintas.

Untuk menanggulangi hal tersebut dan demi mengamankan akses transportasi baik bagi warga maupun para wisatawan, maka diperlukan upaya untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak yang tersebar di enam titik di sepanjang Jalan Raya Rahtawu serta dua titik sebagai langkah penangganan pihaknya sudah melakukan proses perbaikan jalan yang longsor dengan membuat talud sebagai penguat tebing jalan dengan mengunakan material batu dan beton yang dikerjakan oleh warga sekitar.

Terkait pembangunan talud di Jalan Rahtawu Kudus, karena sebelumnya mengalami longsor, sehingga perlu segera ditangani dengan anggaran yang tersedia sebesar Rp 1,3 miliar itu.

Besarnya anggaran untuk pembangunan talud tersebut, kata dia, sekitar Rp200 juta. Lokasi pembangunan talud yang kedua, imbuh Sam’ani, tidak jauh dari lokasi pertama dibutuhkan dana hingga Rp. 400 juta. Dan saat ini, masih dalam pengerjaan yang diperkirakan bisa selesai dalam waktu satu bulan.

TRENDING :  Kapal Nelayan Juwana Dilaporkan Terguling di Perairan Selat Makasar

Ia berharap, pada saat Lebaran 2017 akses jalan menuju Desa Rahtawu yang saat ini terdapat sejumlah objek wisata alam bisa digunakan dengan baik dan lancar.

“Karena kondisi darurat, pasca bencana kami langsung tangani jalan yang longsor, kami gunakan anggaran Rp. 1,3 Milyar dari APBD Kudus melalui pos pemeliharaan jalan dan jembatan”, paparnya.

Ditambahkan Sam’ani, kondisi jalan desa Rahtawu sudah tidak bisa diperlebar. Untuk itu pihaknya berencana membangun jalan baru melalui desa Soco Kecamatan Dawe yang panjangnya hampir 5,5 Km dengan lebar 8 meter, agar ketika terjadi longsor masih ada akses lain untuk dilalui warga.

TRENDING :  Kapolres Kudus Sesalkan Suporter Bawa Senjata Tajam Dan Miras

Kepala Desa Rahtawu Sugiono mengungkapkan, sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan disebabkan karena longsor, termasuk dua lokasi jalan yang saat ini dibangun talud juga awalnya disebabkan karena mengalami bencana longsor. Sebetulnya lanjut dia, ada sembilan lokasi yang kondisinya membutuhkan perhatian agar akses jalan satu-satunya warga Desa Rahtawu tetap bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

“Setidaknya ada 9 titik longsor di wilayahnya. Untuk saat ini, sebanyak 6 titik sudah dibuatkan talud oleh Dinas PUPR. “Semoga 3 titik yang tersisa bisa segera dibuatkan talud agar memperlancar aktivitas warga, khususnya bagi pengunjung wisata ke Rahtawu,” kata dia. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*