Perbedaan Kandungan Nutrisi Produk Susu dan Kental Manis

oleh
ISKNEWS.COM
Perbedaan komposisi kandungan nutrisi dari produk susu dan kental manis, Sabtu (07-07-2018). (Nila Nisawtul Chusna/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Dengan adanya surat edaran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang Label dan Iklan Produk Susu Kental Manis dan Analognya, seolah membuat masyarakat terbelalak.

Pasalnya selama ini masyarakat menganggap susu kental manis sebagai produk olahan susu yang menyehatkan. Dengan adanya surat edaran tersebut, kini masyarakat teredukasi bahwa susu kental manis bukanlah produk olahan susu, melainkan krimer atau sirup.

David Laksamana Caesar, SKM, M. Kes, mengungkapkan pada 2016, BPOM sudah mengeluarkan Perka BPOM No. 21 tentang Kategori Pangan, yang di dalamnya mencantumkan standar nutrisi pada produk olahan susu dan kental manis. Namun setelah melihat kandungan nutrisi produk kental manis yang melenceng dari ketentuan, maka BPOM akhirnya mengeluarkan surat edaran tersebut.

Dijelaskannya, standar kandungan nutrisi pada produk kental manis harus terdiri sekurangnya 8% lemak susu dan 6,5% protein (untuk plain -Red). Akan tetapi berjalannya waktu, kandungan dalam susu kental manis tidak sesuai lagi dengan standar dari BPOM.

TRENDING :  Jangan Salah Persepsi, Produk Kental Manis Bukan Produk Susu

Berdasarkan survei yang isknews.com lakukan pada salah satu produk susu kental manis yang beredar di pasaran, terlihat kandungan lemak susu hanya sebesar 5%, protein sebesar 4% dan glukosa 7%.

Menanggapi hal tersebut, David sapaan akrabnya, mengatakan saat ini kandungan susu kental manis memang lebih di dominasi glukosa atau gula. Sehingga tidak dapat lagi dikategorikan sebagai produk susu dan penambah atau pelengkap asupan gizi.

“Karena pada dasarnya, proses pembuatan susu kental manis berbeda dengan produk olahan susu lainnya. Kandungan nutrisi pada susu kenal manis sebenarnya bukan berasal dari susu, melainkan dari mineral dan vitamin sintetis,” jelasnya saat ditemui di kantornya pada Jumat (06-07-2018).

TRENDING :  Ribuan Penderita Tuberkulosis di Pati Belum Terobati

Imbuhnya, “Produk kental manis sebenarnya digunakan sebagai penambah cita rasa. Seperti saat beli martabak lalu ditambahkan susu kental manis. Bukan untuk dikonsumsi sehari-hari sebagai pelengkap gizi.”

Sehingga, David menyarankan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi produk kental manis, utamanya pada anak-anak. Karena kadar gula yang tinggi dalam produk kental manis dapat mengakibatkan obesitas dan kenaikan kadar gula.

Bagi anak-anak, produk susu kental manis dapat mengakibatkan Karies Gigi atau kerusakan gigi (dalam bahasa jawa: gowang atau gugus -Red). Selain itu, kandungan mineral sintetis dalam produk ini jika dikonsumsi secara kontinyu dan berlebihan juga dapat berdampak pada kesehatan.

TRENDING :  Deteksi Dini dan Penanganan Gangguan Psikotik di Faskes Tingkat Pertama

“Untuk anak dibawah tiga tahun atau batita, bagusnya mengkonsumsi ASI. Sedangkan pada anak balita dan sekolah saya anjurkan untuk mengkonsumsi susu pasteurisasi ataupun Ultra High Temperature atau UHT . Karena lebih sehat dibandingkan dengan susu kental manis,” tutup Dosen STIKES Cendekia Utama tersebut.

Tidak dipungkiri, berdasarkan survei isknews.com pada salah satu produk susu pasteurisasi memang memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan pada produk susu kental manis.

Dalam produk tersebut tertulis kadar lemaknya sebesar 10%, protein 8% dan glukosa sebesar 3%. Melihat hal ini cukup membuktikan bahwa susu pasteurisasi dan UHT memiliki kandungan gizi yang lebih besar dan kadar glukosa yang lebih kecil dari produk kental manis. Sehingga lebih baik untuk kesehatan. (NNC/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :