Percepat Proses Penyembuhan Patah Tulang

oleh
Percepat Proses Penyembuhan Patah Tulang ISKNEWS.COM
Foto: Patah tulang, Kamis (28-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Patah tulang atau fraktur merupakan kasus yang sering terjadi. Penyebabnya cukup beragam, bisa dari kecelakaan hingga penyakit osteoporosis yang menyebabkan tulang keropos dan rawan patah.

Apapun penyebabnya, patah tulang berdampak pada perubahan aktivitas kehidupan. Ketika patah tulang, seseorang akan mengalami keterbatasan dalam menjalankan aktivitas kehidupan. Apalagi jika patah tulang itu terjadi pada tulang tangan atau kaki, yang menjadi penopang kehidupan.

dr. Jeffrey Jonathan T, Sp.OT, mengatakan seseorang yang mengalami patah tulang memerlukan istirahat yang cukup untuk menghindari cedera susulan dan mempercepat proses penyembuhan berjalan dengan cepat.

“Sebenarnya, proses penyembuhan patah tulang terjadi secara alamiah di dalam tubuh kita. Dimana tubuh akan melakukan regenerasi sel dan jaringan yang mengalami kerusakan, baik jaringan kulit maupun tulang yang patah,” ungkap dr. Jeffrey, Kamis (28-06-2018).

TRENDING :  Dua Orang Patah Tulang Selepas Kendaraannya Saling “Jagal” di Batangan

Akan tetapi, proses penyembuhan patah tulang atau pengembalian kerusakan pada tulang ke kondisi awal hanya berjalan sekitar 90% saja. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia dan kondisi tubuh pasien.

Penyembuhan patah tulang sebenarnya proses pemulihan stabilitas mekanik, kontinuitas dan kemampuan tulang dalam menopang beban secara normal. Proses penyembuhan patah tulang juga harus selalu dipantau dengan sinar-x atau rongsen secara berkala. Hal ini ditujukan untuk mendeteksi adanya kelainan atau masalah, karena proses penyembuhan tidak selalu berjalan normal.

“Agar proses penyembuhan patah tulang dapat berjalan secara normal, harus dipastikan Viability of fragment atau suplai darah utuh. Maksudnya tulang yang patah harus dipastikan masih tersuplai darah dengan baik sehingga bisa masih hidup. Selain itu, tulang yang patah tidak boleh digerakan dan tidak ada infeksi,” paparnya.

Proses penyembuhan semua jenis tulang umumnya sama, yakni tahap peradangan, pembentukan kalus halus, pembentukan kalus kasar dan tahap remodelling tulang. Dalam tahap ini juga harus memperhatikan asupan gizi pasien.

TRENDING :  "Trauma Center" BPJS Ketenagakerjaan Sasar Puskesmas Sebagai Mitra Kerja

“Orang yang mengalami patah tulang sangat direkomendasikan untuk meingkatkan asupan Kalsium, Vitamin D dan K. Asupan gizi yang baik, akan mempercepat proses regenarasi sel tubuh dan penyembuhan patah tulang,” terang Dokter RS Mardi Rahayu ini.

TRENDING :  DKK Ambil Sampel Jentik Di Rumah Warga

Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah melakukan pemijatan untuk membantu meningkatkan aliran dan sirkulasi darah yang membawa nutrisi ke seluruh tubuh. Akan tetapi pemijatan yang dilakukan harus dilakukan secara lembut dan ringan. Sehingga tidak berpotensi menggeser tulang yang akan menyambung.

Latihan pada tulang yang patah juga perlu dilakukan. Karena dapat memperkuat otot-otot di area yang terlibat. Pelatihan ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan.

“Pelatihan patah tulang harus diiringi dengan orang yang ahli. Operasi, juga bisa menjadi solusi penanganan patah tulang. Semua itu kembali pada tingkat keparahan dan kondisi pasien,” tutupnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :