Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Kudus Raih Penghargaan Kementerian Pertanian RI

Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Kudus Raih Penghargaan Kementerian Pertanian RI

Kudus, isknews.com – Program percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Pemerintah Kabupaten Kudus guna mendukung ketahanan pangan nasional mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian RI karena mencapai target yang ditetapkan.

Seperti diketahui Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peningkatan luas tambah tanam nasional menjadi 17,16 juta hektar dengan proyeksi produksi padi pada tahun 2017 mencapai 85,57 juta ton.

Piagam diterima oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Kadispertanpangan) Kudus, Catur Sulistiyanto S.Sos MM selaku OPD teknis Pemkab Kudus saat evaluasi LTT Padi Jawa Tengah di Solo. Selain Kudus, dua kabupaten lainnya yang mendapatkan penghargaan yakni Semarang dan Demak, Senin (25/09/17)

TRENDING :  Babinsa Kodim 0722 Kudus Dilatih Operasikan Alat Pertanian Moderen

Catur menjelaskan, “Sebagai gambaran, meski sebagai kabupaten terkecil di Provinsi Jawa Tengah, namun Luas Tambah Tanam yang diberikan oleh pemerintah pusat pada tahun 2017 mencapai target. Yaitu 27.502 hektar atau meningkat dari tahun sebelumnya 2016 sebanyak 26.464 hektar dan tahun 2015 seluas 25.500 hektar,” ujarnya.

Sedangkan paparan yang disampaikan pada rapat evaluasi yang dipimpin Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI semua wilayah menyampaikan kondisi terkininya. Catur Sulistiyanto menjelaskan tentang kondisi pertanian per kecamatan di Kabupaten Kudus dalam tiga tahun terakhir. Misalnya tentang menurunnya hama penyakit dan luas kekeringan.

TRENDING :  Sebagian Besar Belum Berfungsi Lumbung Pangan di Kudus Akan Ditertibkan

Pada tahun 2015 luas lahan terkena OPT mencapai 1.680 hektar dan kekeringan 148 hektar. Kemudian 2016 luas lahan terserang OPT 1.175 hektar tetapi tidak terjadi kekeringan karena cuaca hujan sepanjang tahun efek dari La Nina. Nah, tahun 2017 lahan yang terkena OPT menurun lagi hanya 161 hektar dan kekeringan mencapai 136 hektar.

TRENDING :  Tim Kementan Kunjungi Desa Loireng Kecamatan Sayung Demak

Ditambahkan oleh Catur, “ Kami juga menyampaikan tentang mekanisasi pertanian menggunakan alsintan baik pra panen maupun pasca panen. Potensi penggunaan sumber air, bendungan, embung, sungai dan saluran irigasi serta sumur dalam serta potensi luas areal yang teraliri , termasuk kerjasama yang sinergis antara PPL, Petani dan TNI,” jelasnya. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post