Perda Diundangkan, Seluruh Jagal Tradisional Wajib Potong Hewan di RPH

by
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan (Disranpangan) Kudus menggelar Sosialisasi Perda No 13 Tahun 2017 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengenai RPH dan TPH, di aula Dinas Pertanian dan Pangan komplek Perkantoran Mejobo, Senin (20/11/2017) kemarin.

Sosialisasi itu merupakan tindaklanjut dari disetujuinya Perda No 13 oleh Pemprov Jateng psetelah diparipurnakan DPRD Kudus akhir 2016 lalu. Sesuai aturan, setelah perda diundangkan maka dilakukan sosialisasi dengan melibatkan stakeholder terkait.

Kepala Distanpangan Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, tahun ini pihaknya akan melakukan sosialisasi sebagai upaya persuasif kepada para pemilik pemotongan hewan tradisional. Nantinya kita harapkan semuanya proses pemotongan hewan secara keseluruhan dilakukan di RPH.

TRENDING :  Pemerintah Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Usaha Peternakan

“Dengan adanya RPH sebagai sentra pemotongan sapi atau kerbau yang memenuhi persyaratan, maka semua produksi daging yang beredar di Kabupaten Kudus dapat terpantau dengan lebih baik,” ujarnya.

TRENDING :  Kabid Peternakan :Populasi Ternak Kerbau 2.209 ekor. Kebutuhan Konsumsi Daging Kerbau Rata-Rata 2 - 3 ekor Perhari

ISKNEWS.COM

Sarana penunjang yang ada di RPH juga sudah lengkap. Selain itu dengan melajukan pemotongan hewan di RPH dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong.

KOMENTAR SEDULUR ISK :