Peringati Hari Pahlawan, Siswa TKIT Raudlatul Mu’minin Hadipolo Diajak Ziarah

Peringati Hari Pahlawan, Siswa TKIT Raudlatul Mu’minin Hadipolo Diajak Ziarah

Kudus, isknews.com – Berbagai cara dilakukan dalam rangka memperingati hari pahlawan tanggal 10 november. Bila para orang dewasa menunjukkan dengan mengikuti upacara di alun-alun Simpang Tujuh, para anak didik TKIT Raudlatul Mu’minin Desa Hadipolo kecamatan Jekulo berbeda. Mereka diajarkan para gurunya untuk berdoa bersama di depan makam pahlawan muslim “ Mbah Senopati Mataram” yang lokasinya tidak jauh dari sekolah, Jumat (10/11) siang.

Terlihat sejumlah anak sedang bersiap-siap menuju makam untuk berziarah, Jum’at (10/11/17)

Hidayah S.Pd AUD, Kepala TKIT Raudlatul Mu’minin, mengatakan bahwa cara ini sebagai upaya untuk mengenang jasa para pahlawan dan mengenalkan nama mereka sejak dini. Sehingga diharapkan semangat perjuangan tetap ada di jiwa dan hati setiap anak-anak.

TRENDING :  Gedung Kesenian Kudus Masih Kosong Melompong

“Kegiatan ini dikuti 52 anak-anak TKIT dan 30 anak KBIT Raudlatul Mu’minin ,” kata Hidayah.
Menurut Hidayah, setiap kepala anak-anak diikatkan pita merah putih sebagai simbol NKRI pada diri mereka. Hal ini sebagai upaya pencegahan sejak dini terpengaruh dengan warna bendera asing yang marak di film-film kartun kegemaran mereka.

“Jadi kita tanamkan pada jiwa mereka merah putih sejak dini. Selain itu juga supaya hafal pahlawan nasional dibandingkan dengan tokoh-tokoh kartun atau film anak-anak .” tukasnya.

TRENDING :  Gubernur Jateng Lepas Jenazah Korban Heli Jatuh Basarnas

Menanggapi hal ini, Ali Asfuri, Sekretaris Umum Dewan Harian Ranting Angkatan (DHR) 45 Kecamatan Jekulo memberikan apresiasinya. Sebab hal ini seiring dengan program presiden Joko Widodo yakni revolusi mental.

“Kita bangga dengan apa yang diajarkan para pendidik TKIT dan KBIT Raudlatul Mukminin dalam aplikasi pembelajaran di luar kelas saat peringatan hari Pahlawan. Semoga mereka selalu menghormati jasa pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan NKRI ,” ujar Ali Asfuri.

Pria yang juga dosen STAI Pati itu berharap kegiatan luar kelas positif tersebut bisa dilakukan atau ditiru oleh lembaga lainnya. Hal ini sebagaimana pesan dari mantan presiden pertama RI, Ir Soekarno yaitu bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang pahlawannya.

TRENDING :  Ratusan Liter Ciu Siap Edar Disita

“Namun inti dari kegiatan tersebut yakni tetap bersemangat dalam belajar bisa masuk di hati dan jiwa anak-anak sejak dini. Sebab, pahlawan dulu berjuang menggunakan senjata. Tetapi era sekarang namanya pahlawan adalah anak yang pintar dan memajukan bangsa dalam bidang sesuai dengan keilmuan masing-masing,” tandasnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post