Peringati Tahun Baru Hijriyah dengan Bagi Ratusan Naskun

oleh
ISKNEWS.COM
KH. Ahmad Sutoto membagikan nasi kuning, Senin (10-09-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Peringati Tahun Baru Hijriah, semalam Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Sadayaniyah menyambutnya dengan membagikan ratusan Nasi Kuning atau Naskun kepada para anggota, Senin (10-09-2018).

Bertempat di Desa Burikan, Kecamatan Kota, kegiatan pembagian nasi kuning ini berjalan dengan tertib dan lancar. Dengan tertib, ratusan anggota thoriqoh itu merebutkan nasi kuning yang dilatakkan dalam pincukan daun pisang, yang menjadi simbol tujuan hidup manusia.

Seteleh sebelumnya digelar acara Khatmil Qur’an dan Doa Bersama. Acara perayaan tahun baru hijriah tersebut ditutup dengan pengajian, yang menjadi wadah untuk memperkuat keimanan dan wujud tafaqur kepada Allah.

TRENDING :  Hari Amal Bhakti ke 72, Musthofa: Jadilah Duta Penebar Kedamaian

KH. Ahmad Sutoto, Mursyid Thoriqoh mengatakan perayaan 1 Muharram atau tahun baru hijriah merupakan salah satu momen fundamental bagi umat Islam. Sudah selayaknya, umat Islam menyambutnya dengan suka cita, dengan melakukan amalan-amalan untuk menambah keimanan dan tafaqur kepada Allah.

“Nasi kuning atau naskun yang kami bagikan malam ini, menjadi pengingat kita akan tujuan hidup. Naskun diambil dari kata Nas yang berarti manusia dan Kun berarti dijadikan atau diciptakan. Dimana manusia diciptakan tak lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Jangan sampai sak karepe dewe (Seenaknya sendiri -Red),” jelasnya.

TRENDING :  Jateng Bersholawat Di Simpangtujuh, PSW Gelar Mujahadah Nisfussanah Shalawat Wahidiyah

Menurut Totok, sapaan akrabnya, momen tahun baru selayaknya dijadikan manusia sebagai waktu untuk evaluasi dan memperbaiki diri. Dia mengajak kepada seluruh jemaah yang hadir untuk mendewasakan diri dalam memahami kehidupan.

“Kita sebagai bangsa Indonesia berkewajiban menjalankan kehidupan beragama dan bernegara dengan baik. Hal ini bisa kita lakukan secara sinergi dengan menjaga dan melestarikan ajaran Islam Nusantara. Setelah semua kewajiban kita penuhi, maka hak kita akan terpenuhi dengan sendirinya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmadi, salah satu peserta dan santri Jamiyah tersebut. Dia mengatakan perayaan tahun baru hijriah dengan melakukan doa bersama, pembagian nasi kuning hingga pengajian seperti yang dilakukan Jamiyahnya bisa terus dilestarikan.

TRENDING :  Umat Buddha Pati Helat Dharma Waisak 2562 BE

“Kita sebagai muslim sekaligus warga Indonesia, sudah selayaknya melestarikan ajaran Islam Nusantara yang diwariskan oleh Wali Songo dan guru-guru kita,” katanya.(NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :