Perizinan Usaha di Kudus Diharapkan Lebih Mudah

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Investasi daerah Kabupaten Kudus sampai triwulan ketiga masih belum memenuhi target sebesar Rp 2,7 triliun. Padahal pertumbuhan investasi ini merupakan salah satu modal untuk mensejahterakan masyarakat Kudus.

Karena hal itulah Bupati Kudus M Tamzil menggarisbawahi proses perizinan di Kudus harus lebih dipermudah dan cepat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi LKPM Online dan penerapannya dalam Online Single Submission (OSS) yang diadakan oleh DPMPTSP Kudus, di Hotel @Hom, Kamis (1/11/2018).

“Adanya sosialisasi LKPM Online ini sangat penting untuk mempermudah izin pelaku usaha di Kudus menjadi lebih baik,” katanya dalam sambutan. Tamzil berharap adanya sosialisasi ini akan mempermudah dan mempercepat izin usaha di Kabupaten Kudus.

TRENDING :  Rapat Paripurna DPRD Kudus Diwarnai Hujan Interupsi

Menurutnya, kemudahan izin terutama mengenai Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya PemantauanLingkungan Hidup (UKL-UPL) ataupun Amdal, kalau bisa dibuat satu pintu. Walaupun secara teknis diurus di dinas masing-masing namun diusahakan menjadi satu pintu.

Dia menambahkan, ada empat hal penting yang harus dilakukan, pertama mengenai pengawalan perizinan melalui Satgas yang dibentuk. Yang kedua perizinan hanya melalui PTSP. Dengan begitu dapat meminimalisir adanya percaloan dalam proses perizinan.

Selanjutnya, imbuh Tamzil, adanya standarisasi layanan perizinan secara nasional serta pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik melalui OSS. Dia juga menekankan agar jangan sampai afabyang melakukan pungutan liar untuk para pelaku usaha.

TRENDING :  Kegiatan Usaha Pada 7 Entitas Investasi Online Bodong Dihentikan OJK

“Terutama mengenai IMB, UKL-UPL, sehingga pengusaha bisa tenang dan investasi di Kudus lebih berkembang,” tandasnya. Jika memang nantinya ada kendala atau hambatan para pelaku usaha bisa mengadukan keluh kesahnya melalui akun media sosial resmi bupati dan wakil bupati.

Di tempat yang sama Kepala DPMPTSP Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti saat ditemui awak media mengatakan, acara ini dilakukan untuk sosialisasi kepada para pelaku usaha terkait adanya LKPM dan penerapan OSS. Menurutnya masih banyak yang belum memahami hal tersebut karena masih baru.

“Kami memberikan pemahaman pelaku usaha untuk pemberlakuan perizinan yang baru dan tata cara pelaporannya yang berintegrasi dengan OSS,” terangnya.

TRENDING :  HARI SANTRI 2018 : Santri Kudus Diminta Terapkan Filosofi Gusjigang

Acara serupa rencananya akan kembali digelar tahun depan, mengingat ini sudah mendekati akhir tahun. Dijelaskan, acara ini bukanlah datu-satunya cara untuk melakukan sosialisasi, sebab setiap minggu sekali pihaknya memanggil 25 pelaku usaha untuk diberikan sosialisasi di kantornya.

Dalam kegiatan sosialisasi para peserta yang hadir sebanyak perwakilan 75 perusahaan yang memiliki nomor induk usaha, dengan nilai investasi di atas 500 juta rupiah di Kudus. Materi disampaikan dari DPMPTSP Jateng, DPMPTSP Kudus maupun dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :