Perlengkapan Rumah Tangga Picu Laju Inflasi Pada Subkelompok Perumahan Juli 2016

Perlengkapan Rumah Tangga Picu Laju Inflasi Pada Subkelompok Perumahan Juli 2016
Kudus, isknews.com – Kelompok makanan jadi, minuman,rokok, dan tembakau pada Juli  2016 mengalami inflasi 0,49 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 140,12 pada Juni 2016 menjadi 140,81 pada Juli 2016. Inflasi dialami oleh subkelompok makanan jadi 0,79 persen. Sedangkan deflasi dialami oleh subkelompok minuman tak berlakohol 0,02 persen. Secara keseluruhan kelompok ini memberikan sumbangan inflasi Juli sebesar 0,10 persen.  Komoditas penyumbang inflasi adalah ayam goreng, nasi dengan lauk, Sedangkan komoditas penyumbang deflasi adalah biskuit, dan gula pasir. Demikian di ungkapkan oleh Badan Pust Statistik Kabupaten Kudus dalam pers release bulanannya.
Dijelaskan dalam release tersebut, kelompok perumahan pada Juli 2016 mengalami inflasi sebesar 0,21  persen atau terjadi kenaikan indeks dari 119,03 pada Juni 2016 menjadi 119,28 pada Juli 2016.  Dari empat sub kelompok yang ada, tiga diantaranya mengalami inflasi yaitu subkelompok bahan bakar, perlengkapan, dan air sebesar 0,31 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga 1,47 persen; dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga 0,12 persen.  Sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal mengalami deflasi 0,04 persen.
Sementara, dalam kelompok perumahan tersebut, komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarip listrik, gelas minum, kasur, dan sabun detergen bubuk/cair. Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi adalah semen dan mesin cuci.  Secara keseluruhan kelompok ini memberi andil inflasi Juli sebesar 0,04  persen. (YM)
.
KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Forkopimda Sidak Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Rembang

Share This Post

Comments are closed.