Perluasan Parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus Ditarget Rampung Juli 2018

oleh
Foto: Plt Kepala Dinas Perhubungan Kudus Sam'ani Intakoris saat meninjau pembangunan perluasan area parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus, Kamis (31/05/2018). (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Perluasan area parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus sudah mulai dikerjakan sejak awal pekan ini. Proyek yang dikerjakan PT Sumber Muria Abadi Sejahtera ini ditarget rampung Juli 2018.

“Sesuai jadwal pelaksanaan pengerjaan perluasan area parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak sampai Oktober 2018. Tapi kita kerjakan lembur dengan menargetkan dapat selesai pertengahan Juli 2018,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kudus Sam’ani Intakoris saat dihubungi ISKNEWS.COM, Kamis (31/05/2018).

Percepatan perluasan area parkir dioptimalkan sebelum lebaran, memanfaatkan momentum puasa yang sepi peziarah baik saat siang maupun malam hari. “Usai lebaran juga akan dikerjakan secara lembur meskipun biasanya sudah mulai ada peziarah,” ujarnya.

TRENDING :  Area Parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak Akan Diperluas

Sam’ani menjelaskan, sebelumnya area parkir hanya seluas 750 meter persegi, namun dengan adanya perluasan akan bertambah menjadi 3.150 meter persegi. Sehingga yang semula hanya mampu menampung 70 bus, nantinya dapat menampung hingga 250 bus.

Proyek publik ini mendapatkan kucuran dana senilai Rp 6,4 miliar dari APBD Kudus. Diharapkan ditambahnya area parkir di Terminal Wisata Bakalan Krapyak dapat menampung seluruh peziarah dari seluruh Indonesia. “Kami berharap peziarah yang berkunjung ke Kudus akan lebih nyaman,” tuturnya.

Selain perluasan area parkir bus, juga dilakukan pemasangan kanopi untuk parkir becak dan ojek. Sarana dan prasrana lain yang dibenahi adalah pemasangan CCTV dan lampu penerangan untuk kenyamanan peziarah.

TRENDING :  Akan Dipakai Untuk PKG Penghuni Rumah Dinas di SDN 3 dan SDN 4 Mlatinorowito Diminta Pindah

“Kami optimistis dapat merampungkan sesuai target percepatan. Sehingga nantinya para peziarah yang datang ke Kudus pada Juli 2018 sudah merasakan kenyamanan karena pembenahan yang kami lakukan,” ujarnya.

Dia menambahkan, peningkatan pelayanan di Terminal Wisata Bakalan Krapyak tidak hanya dari penataan infrastruktur, tetapi juga dilakukan pembenahan sumber daya manusia. Sam’ani bertekad memberangus praktik pungutan liar yang dilakukan para oknum.

Salah satun usaha yang dilakukan adalah dengan penerapan tarif moda wisata yang telah disesuaikan. Yakni becak sekali jalan Rp 15 ribu untuk dua orang, ojek sepeda motor Rp 8 ribu, serta dokar, angkudes, dan odong-odong Rp 5 ribu.

TRENDING :  Ratusan Warga Bulungkulon Terdampak Sutet Akan Dapat Kompensasi

Peziarah yang turun dari bus bisa langsung menuju loket untuk membeli tiket moda wisata. Pembayaran moda wisata menggunakan tiket, jadi pengunjung tidak perlu khawatir dikenakan tarif tinggi.

Sementara untuk retribusi tempat parkir khusus untuk kendaraan peziarah diatur sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2011, bus Rp 10 ribu dan elf Rp 7.500. Ditambah dengan retribusi kebersihan sebesar Rp 300 sesuai Perda Nomor 12 Tahun 2010.

“Dengan adanya penegasan seperti itu semakin mempersempit ruang gerak para pelaku pungutan liar. Jika para peziarah menemukan praktek pungutan liar silakan bisa melaporkan, kami pastikan akan ditindak dan mendapatkan sanksi tegas,” pungkasnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :