Permadani Kudus Turut Andil Lestarikan Budaya & Nilai Luhur Kepribadian Bangsa Indonesia

Permadani Kudus Turut Andil Lestarikan Budaya & Nilai Luhur Kepribadian Bangsa Indonesia

Kudus, isknews.com – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia atau yang akrab disapa Permadani ini merupakan organisasi yang berkiprah dalam usaha pelestarian dan pengembangan budaya Nasional yang bersifat sosial, non komersial dan non politik. Lahir di kota Semarang pada hari Rabu Pahing  4 Juli 1984 dengan yayasan Permadani Jawa Tengah. Selanjutnya Permadani berkembang sebagai organisasi yang lebih besar dan dibentuk di beberapa Provinsi yaitu Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jambi.

Ketua Permadani Kudus Sulardi Ganda Mastuti, melalui Wakil ketua, KR. AT, Kanjeng Raden Aryo Tumenggung FE. Soemardjo Adiningrat, saat ditemui isknews.com menjelaskan bahwa Permadani merupakan Organisasi yang mengagendakan beberapa kegiatan salah satunya Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda setiap tahunnya mulai dari lingkup kecamatan-kecamatan.

TRENDING :  Dinyatakan Bebas Virus Mers, 8 Jamaah Haji Asal Kudus Bernafas Lega
Permatasari saat Pawiyatan Panatacara-Pamedhar Sabda Permadani yang digelar setiap jum’at siang pada (13/1), di UPT Pendidikan Kecamatan Kota, (Aris Sofiyanto/isknews.com)

“Pawiyatan tersebut diadakan dalam rangka membimbing dan melatih masyarakat agar terampil dalam menggunakan bahasa Jawa yang baik dan Indah, mencetak para Pambiwara generasi Pranatacara dan Pamedhar sabda yang handal. Selain itu dalam rangka melestarikan budaya Jawa dengan adat-adat Jawa yang biasa dilakukan dalam kehidupan. Manusia mulai dari dalam kandungan sampai dengan kematian dalam adat Jawa banyak sekali tradisi yang masih dilestarikan sampai sekarang. Karena tradisi dan adat merupakan kekayaan tersendiri dari bangsa Indonesia. “terangnya

TRENDING :  113 Kepala Sekolah SD, TK & Pengawas Sudah Dilantik, Berikut Nama-nama-nya

Seperti halnya Permadani Kudus yang digelar tiap hari Jum’at siang dari Jam 13.00 – 17.00 WIB, sampai saat ini yang mendaftarkan diri sebanyak 60 anggota, adapun yang aktif sekitar 40, sebagian besar dari profesi mereka adalah guru, “namun tidak menutup kemungkinan jika anggota permadani dari non guru, karena Permadani dibentuk untuk umum.”tandasnya

Pihaknya mengatakan, Sampai saat ini, Permadani Kudus sudah angkatan yang ke 17, dan sudah meloloskan beberapa generasi berkompeten dan ilmu yang didapat sudah bermanfaat di masyarakat, itu terlihat dari anggota yang sudah melalui pendidikan dan di wisuda, atau biasa disebut paguyuban permadani Kudus, anggota nya sudah diundang untuk menjadi Panatacaran diberbagai acara.

TRENDING :  Djati Solechah : Peran Partai Politik Dapat Wujudkan Poros Dalam Proses Demokrasi

Lebih lanjut, Maksud dan tujuan didirikannya antara lain untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Nasional yang berisi nilai-nilai luhur kepribadian bangsa Indonesia  Memberikan pengetahuan kepada generasi muda tentang budaya Nasional yang adi luhur, kususnya budaya Jawa.

Pihaknya berharap, “Permadani bisa mendorong kecintaan generasi muda kepada budaya Nasional yang adi luhur, dengan tidak menolak kebudayaan asing yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.”Harapnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post