Permasalahan Klasik Jadi Kendala Coklit

oleh
Foto: Ketua KPU Kabupaten Pati, Much Nasich : Warga yang merantau jadi kendala pencoklitan. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Permasalah klasik sepertinya masih menjadi kendala dalam pencocokan dan penelitian data pemilih di Pati. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Kabupaten Pati, mendapati sebagian warga yang merantau saat didatangi di rumahnya.

Permasalahan yang selalu menjadi kendala tersebut dibenarkan Ketua KPU Pati, Much Nasich. Setiap pencoklitan masih banyak masyarakat yang merantau, sehingga petugas lapangan terpaksa putar balik dan menunggu hingga mereka datang.

TRENDING :  ​Kenapa Haryanto yakin dapatkan rekomondasi dari PDIP ???

“Pencoklitan ini kan dibatasi waktu hingga 18 Februari mendatang. Akan tetapi, apabila sampai pada rentang waktu yang ditentukan dan mereka belum tercoklit, kami perkenankan ketika mereka pulang, untuk melaporkan diri ke KPU agar dilakukan pendataan,” ungkapnya, Rabu (24-01-2018).

Diharapkan pencoklitan ini berjalan sesuai waktu yang sudah ditentukan oleh KPU Pusat. Oleh karenanya, Nasich menghimbau agar masyarakat berada di rumah, sehingga petugas bisa lebih cepat melakukan pendataan. Masyarakat juga diminta proaktif memberikan informasi adanya pencoklitan kepada keluarganya yang sedang merantau.

TRENDING :  Cukur Gundul Warnai Kegembiraan Persipa Yr Lolos Final

“Dengan begitu, siapa tahu mereka berkenan untuk pulang, dan melakukan pencoklitan di rumahnya. Itu kan lebih baik, mereka bisa menggunakan hak pilihnya karena sudah terdata sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT),” imbuh Nasich.

TRENDING :  Kapolres Berharap Pilkada Kudus Berlangsung Damai

Sebelumnya, KPU Pati sudah mensosialisasikan terkait adanya pencoklitan serentak ini. Sehingga, masyarakat sadar dan mengetahui, bahwa untuk bisa menggunakan hak pilihnya, mereka harus terdaftar di KPU dibuktikan dengan kartu dokumen kependudukan. (IN/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :