Persiapkan Penyelamatan Dari Ketinggian, BPBD Dan KRB Gelar Sekolah Vertical Rescue

oleh
Foto bersama para peserta Sekolah Vertical Rescue di kawasan tebing Gampeng Retjo (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Tim dari Vertical Rescue Indonesia memandu kegiatan Sekolah Vertical Rescue yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang bekerja sama dengan Komunitas Rembang Bergerak (KRB) di tebing Gampeng Retjo desa Bitingan kecamatan Sale belum lama ini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada tanggal 26 April 2018. Terdapat 43 peserta yang mengikuti sekolah tersebut, terdiri dari 12 orang Satgas BPBD, 8 relawan BPBD, dan 23 relawan independent dari dalam maupun luar kabupaten Rembang.

TRENDING :  Datangkan Ahli Gas Metan, DLH Serius Kelola TPA Landoh

Mengenai hal tersebut, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Rembang, Risangsoko mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan para relawan dan kader BPBD saat melakukan penyelamatan dari ketinggian. Sehingga apabila ada insiden dalam situasi lokasi tersebut, seluruh anggota penyelamatan bisa siap baik fisik maupun mental.

“Jadi tujuan kegiatan ini jelas untuk mempersiapkan para relawan dan kader BPBD untuk mengantisipasi dan mempersiapkan diri dalam upaya penyelamatan dari ketinggian. Meskipun Kabupaten Rembang termasuk daerah yang tingkat kerawanan bencananya rendah. Namun, bukan berarti kita tidak perlu mempersiapkan diri. Selain itu, kita juga bisa mengirimkan bantuan ke daerah lain yang membutuhkan,” ungkapnya.

TRENDING :  Deklarasi Anti Narkoba, Dindikpora Ajak Puluhan Komunitas

Sementara itu, Tedy Ixdiana komandan Vertical Rescue Indonesia mengatakan, dalam sekolah vertical rescue peserta memperoleh banyak materi tentang cara bergerak di ketinggian dengan aman. Termasuk beberapa hal penting yang harus diperhatikan seperti bagaimana mendeteksi potensi bahaya di ketinggian.

TRENDING :  Ni Made Dwi Puspasari Ajak Wanita Indonesia Jangan Malu Bersepeda

Selain itu, juga terdapat pelatihan tentang bagaimana memindahkan dan mengevakuasi korban apakah harus dinaikkan, diturunkan atau dipindahkan.

“Ketika ada informasi korban harus dievakuasi, pertama harus membaca kekuatan, seberapa sulit untuk menjangkau,seberapa sulit untuk mengevakuasi tentu terkait dengan kemampuan dan peralatan yang kita punya,” tandasnya. (RTW/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :